BITNews.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melarang sementara ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya sejak 28 April 2022 demi menurunkan harga minyak goreng di dalam negeri.
Melansir kumparan.com, Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Veri Anggrijono mengatakan, larangan ekspor CPO akan dicabut apabila harga minyak goreng curah kembali ke Rp 14.000 per liter. Kemendag menargetkan harga minyak goreng curah sudah turun jadi Rp 14.000 per liter pada Selasa (10/5).
“Hari Selasa mudah-mudahan diantisipasi sudah Rp 14.000 per liter. Kami berjalan terus, tetap memantau walaupun libur, bersama Satgas setiap hari,” katanya dikutip pada kumparan, Kamis (5/5).
Veri menyebut hasil pemantauan bersama Satgas menunjukkan harga minyak goreng curah saat ini Rp 15.000 per liter. Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan larangan ekspor berlaku hingga minyak goreng curah Rp 14.000 per liter.
“Intinya akan dicabut kalau di pasaran harga minyak goreng sudah Rp 14.000. Kita maunya cepat kembali agar pangsa ekspor tidak hilang,” ujarnya.
Ia menekankan, harga Rp 14.000 per liter tersebut menjadi pertimbangan Kemendag untuk mencabut kembali larangan ekspor. Terkait kerugian larangan ekspor, Veri tidak menjelaskan jumlahnya lebih detail.
“Baru juga seminggu belum terasa ekspor, sebelum pemberlakuan sudah ada kapal terakhir untuk lakukan ekspor,” katanya.
Veri juga mengeklaim belum menerima laporan komplain dari negara luar terkait larangan ekspor CPO.
Sebelumnya diberitakan, Istana mengeklaim kebijakan larangan ekspor minyak goreng berikut bahan bakunya sudah membuat pasokan dalam negeri stabil. Bahkan menurut Kantor Staf Presiden (KSP), harga minyak goreng curah di pasaran berangsur stabil.
Menurut Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Panutan Sulendrakusuma, harga minyak goreng curah sudah memasuki tren penurunan meski belum signifikan.
“Dari data KSP, per 2 Mei kemarin harga minyak goreng curah sudah di bawah Rp 20.000. Tren melandai dan cenderung turun,” jelas Panutan dalam keterangan resmi, Rabu (4/5).
(red)
