LAMPUNGTENGAH, BITNews.id – Perjuangkan nasib petani singkong, Ketua Masyarakat Singkong Indonsia (MSI) Provinsi Lampung, siap kembangkan singkong varietas unggul di Lampung Tengah.
Ketua MSI Provinsi Lampung, Rizani menyatakan, pihaknya akan mencari trobosan untuk petani singkong yang ada di beberapa kabupaten di provinsi setempat.
Kali ini, Ketua masyarakat Singkong Indonesia (MSI), dan tim adakan kunjungan ke Lebak Banten guna tingkatkan tonase perolehan panen singkong petani di provinsi Lampung.
“Ya kendala saat ini belum adanya jenis bibit unggul yang mampu mendongkrak perolehan Tonase Singkong yang ada di Lampung Tengah, dan beberapa kabupaten lain. Sehingga biaya yang saat ini mengalami peningkatan akibat di cabutnya Pupuk subsidi untuk jenis tanaman Singkong,”ucapnya.
Kunjungan tersebut guna mencari bibit unggul singkong yang tonasenya dapat di tingkatkan sesuai dengan harapan dengan kondisi kenaikan pupuk saat ini dapat mendongkrak hasil panen petani.
“Dari hasil pengamatan kami dilapangan ini jenis singkong mampu mencapai 23 KG dalam satu batangnya, dan jenis singkong tersebut masih varietas singkong jenis makan,” jelasnya.
Harapannya dengan adanya bibit singkong yang unggul akan memperbaiki jenis bibit singkong dan terobosan baru bagi masyarakat di Lampung Tengah.
“Saya sangat tertarik dengan varietas singkong ini, semoga jadi terobosan baru bagi petani yang di provinsi Lampung, khususnya di Lampung Tengah. Karena bobot nya setiap batang puluhan Kg lebih,” jawabnya.
Keunggulan singkong ini, usia tanam sama singkong lainnya dan tidak ada perawatan yang lebih dari tanaman ini.
“Jarak tanam nya cuma selisih beberapa Centimeter, Ya cuma 1m x 1m. Menggunakan pupuk Organik berbentuk granul kalau yang kita lihat ini usia tanam nya cuma 10 bulan. Sama kan dengan singkong yang lainya,” pungkasnya.
Semoga, lanjut Rizani, dengan jenis bibit unggul yang baru tersebut mampu meningkatkan tonase perolehan singkong.
“Sehingga mampu menutupi biaya kenaikan harga pupuk dan pertanian karena hilangnya subsidi bagi bagi petani komoditas singkong,” tegasnya.
Pengembangan bibit menjadi pembahasan usai kunjungan di Lebak Banten.
“Ya ini masih dalam pembahasan kami, Seperti apa proses pengembangannya. Karena yang kita dapatkan masih skala kecil. Setelah bisa di kembangkan akan kita bagikan pada petani kita,”tutupnya.(Isw)
