Malam Tari Inai Tanjab Timur

TANJABTIM,BITNews.id – Masih dalam rangkaian Kenduri Lawang Swarnabhumi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), malam harinya dilaksanakan prosesi adat “Malam Tari Inai” dirumah dinas Bupati Tanjab Timur. Senin (19/9/22)

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kbupatan Tanjab Timur, Sapril, S.IP, Ketua DPRD Tanjab Timur Mahrup, unsur Forkompimda Tanjab Timur lainnya, OPD lingkup Tanjab Timur, peserta ekspedisi Sungai Batanghari serta tamu undangan lainnya.

Untuk diketahui, Malam Tari Inai adalah sebuah upacara tradisional yang berkaitan dengan adat istiadat pada saat perkawinan yang hidup dalam masyarakat Melayu Timur di kabupaten Tanjab Timur, yang telah ada sejak dahulu dan masih dipertahankan oleh masyarakat Melayu Timur setempat.

Baca Juga :  Buruh Peringati May Day, Polda Sumut : Berkarya Membangun Bangsa

Malam Tari Inai adalah suatu malam dimana dilaksanakan kegiatan oleh dua kelompok keluarga yang menikah selain tentunya undangan lainnya. Disini memiliki pengertian dimana pada saat seseorang menikah maka dua keluarga besarpun ikut menyatu dalam satu kekerabatan.

Selain itu juga pada Malam Tari Inai inilah akan diberikan tepung tawar sebagai simbol pemberian doa dan tolak bala bagi kedua mempelai sekaligus memasangkan tanda yang dibuat dari daun inai ke tangan kedua pengantin. Pemberian tepung tawar (yang terdiri dari nasi kuning/beras kuning, bertih, inai dan daun ganda rusa untuk alat memercikkan air). Pemberian tepung tawar dan pemasangan inai akan dilakukan oleh para ketua adat, orang tua serta yang dituakan.

Baca Juga :  Cari Tahu Potensi Polusi Udara, Pemkot Jambi Uji Emisi 2.000 Kendaraan

Malam tari inai dilaksanakan pada malam hari di rumah pengantin wanita. Selain itu pada Malam Tari Inai akan ditampilkan juga tari inai yang dibawakan oleh para pendekar, baik pendekar laki-laki maupun pendekar perempuan secara berpasangan. Dan digunakan kembang lilin sebagai propertynya. Kembang lilin sendiri adalah sebentuk rangkaian bunga yang dipasangi lilin dan dihidupkan (dalam bahasa lokal mereka menyebutnya dian), yang memberikan simbol tentang kehidupan. Adapun musik yang dimainkan pada saat malam tari inai untuk mengiringi tari inai adalah musik kelintang perunggu.

Baca Juga :  Kabar Terakhir Kasus IUP Batu Bara Sarolangun Tiga Tahun Lalu, Cek Endra Selaku Pemberi Izin Didesak Diperiksa Kejagung

Lahirnya tradisi malam tari inai didasari dengan pemikiran bahwa betapa pentingnya untuk saling bertemu dan bersilaturahmi antarkeluarga. Selain itu, para orang tua juga memberikan doa restunya pada malam tersebut.(Bhr/adv)