BENGKULU,BITNews.id – Meskipun penanganan stunting menjadi salah satu program yang ditekankan oleh pemerintah, terungkap bahwa tidak ada alokasi anggaran khusus untuk penanganan stunting. Hal ini diungkapkan oleh Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler, S.Ip, MAP.
“Dalam hal anggaran, jika ada, hanya sebatas perencanaan dan monitoring evaluasi (Monev). Dari kegiatan perencanaan dan Monev tersebut, salah satu outputnya adalah penanganan stunting. Namun, secara khusus, alokasi anggaran yang secara spesifik ditujukan untuk penanganan stunting, saya pastikan tidak ada dalam APBD tahun ini,” ungkap Dempo saat dihubungi melalui pesan whatsapp. Rabu (12/07/2023).
Dempo mengungkapkan bahwa meskipun tidak ada alokasi anggaran khusus, terdapat cukup banyak kegiatan yang outputnya terkait dengan penanganan stunting.
“Contohnya adalah pengalokasian anggaran untuk BPJS Kesehatan, yang juga merupakan salah satu output penanganan stunting. Selain itu, juga terdapat kegiatan pembangunan bidang ketahanan pangan, sosialisasi pernikahan dini, dan lain sebagainya,” kata Dempo.

Namun demikian, Dempo menyatakan bahwa kegiatan yang secara langsung ditujukan untuk penanganan stunting belum terlihat. Misalnya, pemberian vitamin atau asupan gizi untuk pencegahan stunting masih belum dilakukan.
“Kondisi ini bisa dimaklumi, mengingat bahwa penanganan stunting seperti penyakit yang tidak dapat sembuh secara instan setelah diobati,” ujar Ketua Komisi I DPRD Provinsi ini.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, S.Ip, MM. Ia menambahkan bahwa alokasi anggaran khusus untuk penanganan stunting tidak diatur dalam pedoman penyusunan APBD.
Terlebih lagi, penanganan stunting melibatkan berbagai sektor dan kolaborasi antara pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga desa/kelurahan. Oleh karena itu, alokasi anggaran lebih cenderung dialokasikan untuk kegiatan lain yang salah satu outputnya terkait dengan penanganan stunting.
“Hal ini memunculkan pertanyaan, karena saat pemerintah fokus pada penanganan stunting, alokasi anggarannya malah tidak ada,” kata Politisi PDI tersebut. (Adv)
