Jukir di Baleendah Keluhkan Lambannya Respon Kelurahan Terkait Penjemputan Anak Disabilitas

BANDUNG,BITNews.id – Achmad Kusnadi, seorang juru parkir (jukir) warga RT 08 RW 10, Kelurahan Manggahang, Baleendah, mengeluhkan lambatnya respons aparat kelurahan terkait janji penjemputan anaknya, Andi, yang merupakan penyandang disabilitas mental.

Andi dirawat di RS Jiwa Menur, Surabaya, Jawa Timur, setelah kambuhnya gangguan jiwa saat bekerja di Kalimantan Timur.

Kisah ini bermula ketika Andi, yang bekerja sebagai buruh proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN), mengalami kekambuhan penyakitnya.

Baca Juga :  DPRD Beri 12 Rekomendasi Atas LKPJ Pemda Kaur Tahun 2023

Rekan kerja dan mandornya mengambil inisiatif untuk mengantarnya ke Surabaya, di mana ia akhirnya dirawat di RS Jiwa Menur pada 1 November 2024.

Achmad, yang memiliki keterbatasan ekonomi, meminta bantuan Ketua RW dan Kelurahan Manggahang untuk memulangkan anaknya setelah pengobatan.

Menurut Achmad, Ketua RW 10, Suwandi, sempat menyampaikan bahwa pihak kelurahan dan kecamatan akan menjemput Andi dari Surabaya.

Namun hingga Andi dipulangkan oleh Achmad secara mandiri, janji tersebut tidak terealisasi.

Baca Juga :  Fadhil Arief: Pendidikan Fondasi Masa Depan, Jangan Ada Anak Batanghari Putus Sekolah

“Saya harus menjemput anak saya sendiri dengan uang hasil pinjaman dari tetangga dan kerabat. Bahkan, saya harus bermalam di emperan toko untuk menunggu jadwal kereta api,” ungkap Achmad kepada BITNews.id, Kamis (27/11/2024).

Sebagai orang tua, Achmad merasa kecewa terhadap pemerintah setempat. “Saya hanya meminta bantuan. Jika tidak bisa membantu, jangan membuat janji yang tak ditepati. Ini hanya menyulitkan kami yang sudah kesulitan,” ujar Achmad sambil menyeka air mata.

Baca Juga :  Bupati Hadiri Forum Konsultasi Publik RKPD Tanjab Barat Tahun 2023

Sementara itu, Rusta, pejabat RS Jiwa Menur Surabaya, membenarkan bahwa Andi telah dirawat di rumah sakit tersebut sejak 1 November 2024.

“Andi dipulangkan pekan lalu oleh ayahnya. Sebelumnya memang ada pihak yang mengaku dari pemerintah setempat, tapi hingga Andi dijemput, kami tidak menerima konfirmasi lebih lanjut,” jelas Rusta.

Hingga berita ini diterbitkan, Sekretaris Lurah Manggahang belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi melalui sambungan telepon.(Arlga)