Lemdiklat Polri Mengajarkan : “Berpikir Out of The Box Keberanian Menemukan yang Baru dan Kebaruan”

Oleh: Kalemdiklat Polri, Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si.

Disrupsi begitu cepat, melampaui ekspektasi dan prediksi, hal baru dan kebaruan menjadi sesuatu kekuatan bertahan bahkan tumbuh dan berkembang.

Tatkala hanya statis dan begitu begitu saja tentu akan dianggap kuno, menyebalkan, membosankan dan akan ditinggalkan. Kreatifitas dan inovasi harus terus jalan sebagai terobosan terobosannya.

Hidup di era digital dituntut untuk cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif dan mudah diakses. Kebaruan tentu memerlukan proses kreatif yang bisa memberdayakan apa saja dalam kehidupan sehari hari.

Baca Juga :  Debat Perdana Kedua Cabup dan Cawabup Tanjabtim Dinilai Belum Visioner

Konseptualnya dapat menembus batas sekat ruang dan waktu bahkan lintas generasi. Dalam membangun loyalitasnya diperlukan media untuk orang lain memahaminya.

Membranding mengemas dan memarketingkan semua saling terkait. Tidak lagi parsial dan model holistik atau sistemik harus dibangun. Manajemen media bagi sosialisasi menjadi keniscayaan dan keharusan.

Baru dan kebaruan memerlukan imajinasi dan cara berpikir yang di luar main stream, out of the box bahkan no box namun tetap berpegang pada keutamaan maupun vore valuenya. Semua itu dilakukan dengan konsisten dan komitmen yang tinggi.

Baca Juga :  Green Accounting Caring For Sustainable Environment

Kemampuan berimajinasi merupakan kemampuan mengabstraksikan atas fenomena dengan cara berfikir helicopter view mampu melihat ke depan belakan atas bawah dan bisa kembali ke titik awal. Melepas belenggu captive mind nya.

Membuka cakrawala memang bukan perkara mudah, karena memerlukan keberanian, kemampuan mendobrak sesuatu yang mapan, bahkan beresiko tinggi. Tunas baru tidak akan muncul kalau tidak di pruning atau dipangkasi. (*)

Baca Juga :  Mahasiswa Prodi AFI Menghayati Objek Seni di Museum Siginjai Jambi