Tradisi Bersih Desa di Rejowinangun Kirab Sunyi yang ke 191

BLITAR, BITNews.id – Pemerintah Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, menggelar kirab bendera panji dengan nuansa khidmat sebagai bagian dari peringatan tradisi bersih desa ke-191 pada Rabu (30/04).

Uniknya, kirab kali ini dilakukan dalam suasana sunyi dan hening, tanpa iringan suara maupun musik, hanya diterangi oleh cahaya obor sepanjang dua kilometer perjalanan.

Kirab sunyi ini menjadi simbol penghormatan terhadap para leluhur dan pendiri desa. Kepala Desa Rejowinangun, Bagas Wigasto, menyebut bahwa kegiatan tersebut adalah bentuk refleksi dan ungkapan syukur atas kehidupan damai yang selama ini dinikmati masyarakat.

Baca Juga :  Raker Bersama KPU RI, Gubernur Ansar Komitmen Penuh Tingkatkan Persentase Pemilih Pada Pemilu 2024

“Ini merupakan bentuk rasa syukur karena kita bisa hidup di Desa Rejowinangun tanpa ada kesulitan. Melalui kirab sunyi ini, kita mengenang jasa pendiri desa dan menyatukan hati dalam doa serta refleksi,” ujar Bagas wigasto selaku kepala desa.

Kirab ini menjadi pembuka dari rangkaian acara bersih desa yang akan digelar selama beberapa hari ke depan. Seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, pemuda, kelompok tani, hingga perangkat desa turut berpartisipasi, mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Rejowinangun.

Baca Juga :  RSUD Raden Mattaher Akan Bangun Pusat Radio Theraphy dan Stroke Centre 

Bagas juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat solidaritas sosial dan membangkitkan semangat GEMATI
(Gembregah Tani) dalam masyarakat.

Tanggal 2 ada tahlil pepunden untuk menghormati leluhur, lalu tanggal 3 malamnya digelar pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Sun Gondrong yang selalu jadi favorit warga. Masuk tanggal 4, giliran pertunjukan jaranan yang menggugah semangat.

Tak ketinggalan tanggal 5 ada Qotmil Qur’an, dan puncaknya, 6 Mei, ditutup dengan acara ruwat murwokolo yang sarat makna spiritual dan harapan baik

Baca Juga :  Sosialisasi DBH CHT, Bupati Blitar Ajak Masyarakat Berperan Aktif Perangi Rokok Ilegal

“Dengan kegiatan bersih desa ini, semoga masyarakat bisa saling bahu-membahu, gotong royong, dan lebih GEMATI,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur dan menjaga tata kelola pemerintahan desa yang baik dan amanah. Kegiatan bersih desa Rejowinangun bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat jati diri dan budaya lokal yang sarat nilai spiritual dan sosial. (Ddt)