Tempuh Ratusan Kilometer Menembus Hutan Belantara, Dandim 0416/Bute Cek Kesiapan Instrumen Mitigasi Karhutla

JAMBI,BITNews.id – Komandan Kodim (Dandim) 0416/Bungo Tebo, Letkol Inf Dedy Pungky Irawanto, S.I.P., M.I.Pol., melakukan patroli dan peninjauan kesiapan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Kegiatan ini dilaksanakan di area perusahaan perkebunan PT Tebo Multi Agro (TMA) dan PT Lestari Asri Jaya (LAJ), Dusun Sungai Abang, Kecamatan VII Koto.

Baca Juga :  Dandim 0906/Kutai Kartanegara Pimpin Ziarah Nasional dalam rangka HUT ke- 76 TNI Di Wilayah Kabupaten Kukar

Dandim bersama jajarannya menempuh ratusan kilometer untuk memeriksa kesiapan personel, sarana, dan prasarana penanganan Karhutla.

Selain memeriksa embung air dan posko siaga, Dandim turut naik ke Menara Api setinggi sekitar 32 meter guna memantau titik panas (hot spot) di kawasan rawan kebakaran.

“Agenda saya hari ini adalah mengecek langsung kesiapan personel, materiil, dan perangkat yang akan digunakan untuk mitigasi Karhutla,” ujar Dandim Dedy Pungky.

Baca Juga :  Implementasi KRIS di Jambi, RSUD Raden Mattaher Resmi Tetapkan 186 Tempat Tidur Standar Kemenkes

Ia menegaskan, pengendalian Karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban seluruh pihak termasuk perusahaan perkebunan.

Dandim meminta perusahaan meningkatkan sistem pengawasan, pelatihan rutin, serta edukasi kepada masyarakat sekitar area konsesi.

“Terima kasih atas atensi dan langkah nyata dalam penyiapan personel dan materiil. Kami akan terus memperkuat kerja sama lintas sektoral untuk pengendalian Karhutla di wilayah Bungo dan Tebo,” tambahnya.

Baca Juga :  PT Jasa Raharja dan PT TASPEN Jalin Kerjasama untuk Tingkatkan Pelayanan di Jambi

Pihak perusahaan menyambut baik kunjungan tersebut. Perwakilan PT TMA, Bambang Kisworo, menyampaikan komitmen untuk terus bersinergi bersama aparat dalam upaya pencegahan dan mitigasi Karhutla.

“Dengan adanya kunjungan ini, kami berharap kesiapsiagaan semakin kuat dan langkah mitigasi dapat lebih cepat dilaksanakan,” kata Bambang Kisworo. (Red)