Warga Aur Kenali Terus Berjaga Pantau Aktivitas PT SAS

JAMBI,BITNews.id – Penolakan terhadap Stockpile dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PT SAS (anak perusahaan PT RMK Energy Tbk/RMKE) di Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, hingga saat ini masih berlangsung.

Informasi terkini, warga Aur Kenali dan Mandalo yang tergabung dalam Organisasi Barisan Perjuangan Rakyat (BPR) Jambi, secara bergiliran terus melakukan pemantauan di lokasi pembangunan jalan khusus batu bara yang berada di belakang perumahan warga.

“Kami secara bergiliran terus melakukan penjagaan di rumah perlawanan. Kami terus melakukan pemantauan jika ada aktivitas penimbunan untuk pembangunan jalan khusus batu bara, maka kami akan melakukan perlawanan terhadap PT SAS,” kata Ketua Organisasi BPR Jambi, Rahmat Supriadi dikutip pada pemayung.id, Jum’at (05/09/2025).

Baca Juga :  Pameran UMKM Jambi Mantap Expo 2024 Raup Omzet Miliaran Rupiah

Rahmat mengatakan, bahwa untuk saat ini PT SAS dilarang melakukan aktivitas pembangunan jalan khusus batu bara.

“kami akan melakukan perlawanan jika terlihat ada alat berat PT SAS yang bekerja melakukan pembukaan lahan dan penimbunan rawa untuk jalan khusus dibelakang perumahan Aur Duri maka alat berat nya akan kami tahan,” tegas dia.

Baca Juga :  Sambut Kedatangan Edi Purwanto di Stand UMKM Jambi Mantap Expo, Masyarakat Antusias Minta Foto

Kembali disampaikan Rahmat, stockpile dan TUKS batu bara PT SAS ini jika beroperasi akan mengancam nyawa ribuan warga Aur Kenali dan Mendalo.

“Maka dari itu, lebih baik kami melakukan perlawanan dan tetap pada satu suara yakni menolak keberadaan stockpile batu bara PT SAS di Aur Kenali ini. Perlawanan ini demi kelangsungan hidup anak cucu kami kedepan,” ungkap Rahmat.

Baca Juga :  Kebakaran Sumur Illegal Driling di Batanghari Berhasil Dipadamkan

Aktivitas hauling batu bara PT SAS akan menimbulkan dampak pencemaran udara dan lingkungan yang luar biasa. Debu batu bara akan menyelimuti pemukiman warga hingga membuat pernafasan menjadi terganggu.

“Hal ini lah menjadi alasan mengapa warga menolak hadirnya stockpile batu bara PT SAS di Aur Kenali,” tutupnya.

Sumber : pemayung.id