Geng Motor Resahkan Warga, Adi Syahputra: Jangan Hanya Diminta Maaf, Hukum Harus Tegas

JAMBI,BITNews.id – Maraknya aksi kenakalan remaja di Provinsi Jambi, terutama tawuran antarpelajar dan kelompok pemuda yang menggunakan senjata tajam, menimbulkan keresahan di masyarakat.

Sejumlah warga mengaku kini merasa waswas untuk keluar rumah pada malam hari karena meningkatnya potensi aksi kekerasan oleh kelompok remaja bermotor.

Menanggapi kondisi tersebut, Adi Syahputra, warga Jerambah Bolong, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, menyatakan dukungannya terhadap langkah Wali Kota Jambi dalam memberantas geng motor yang meresahkan warga.

Baca Juga :  Matangkan Persiapan Pertikawan, Sekda: Pemprov Jambi Pastikan Kesiapan Jadi Tuan Rumah

“Kami mendukung penuh program tersebut, karena warga kami sendiri di Jerambah Bolong ikut terdampak dari aksi geng motor ini,” ujar Adi, Minggu (2/11/2025).

Adi mengungkapkan, salah satu warga di lingkungannya menjadi korban ulah geng motor. Korban tidak mengetahui bahwa temannya merupakan anggota geng motor. Saat berboncengan, mereka tiba-tiba diserang oleh kelompok lain.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris: Sekoja Adalah Kota Santri

“Saya harap aparat penegak hukum bisa memberikan hukuman tegas agar para pelaku jera. Jangan karena masih di bawah umur lalu hanya diminta membuat perjanjian dan minta maaf,” tegasnya.

Ia juga berharap aparat kepolisian bersama pemerintah daerah meningkatkan pengawasan dan melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menekan aksi kenakalan remaja di Jambi.

“Kami ingin keamanan dan ketertiban bisa kembali seperti dulu. Warga jadi tenang kalau aparat benar-benar bertindak,” tambah Adi.

Baca Juga :  Kapolda Terima Audiensi MPW Pemuda Pancasila Provinsi Jambi

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jambi bersama aparat kepolisian telah menggencarkan operasi penertiban terhadap geng motor dan kenakalan remaja yang melibatkan senjata tajam.

Langkah ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya laporan masyarakat terkait aksi tawuran dan balapan liar di sejumlah wilayah. (Red)