Aktivis Lingkungan Nilai Penanganan Sampah Mandek di Era Kepemimpinan Dillah– MT

TANJBATIM,BITNews.id – Aktivis senior lingkungan hidup Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Arie Suryanto, mengkritik satu tahun kepemimpinan Bupati Dillah Hikmah Sari dan Wakil Bupati Muslimin Tanja.

Ia menilai belum terlihat terobosan signifikan, khususnya dalam penanganan persoalan lingkungan hidup, terutama krisis sampah yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Menurut Arie, dalam kurun waktu satu tahun, publik seharusnya sudah dapat melihat arah kebijakan dan keberpihakan kepala daerah. Namun, hingga kini persoalan lingkungan dinilai belum menjadi prioritas utama pemerintah daerah, meski dampaknya semakin dirasakan masyarakat, terutama di wilayah pesisir.

Baca Juga :  Kadis PUPR Provinsi Jambi Ikuti Kegiatan Penanaman Pohon Pinang dan Senam Bersama

“Krisis sampah di Tanjung Jabung Timur sudah masuk kategori darurat. Sungai dan laut masih menjadi tempat pembuangan, sementara solusi konkret tidak pernah disampaikan secara serius kepada publik,” ujar Arie, Selasa (06/01/2026).

Arie juga menyinggung adanya teguran dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait pengelolaan sampah di daerah tersebut. Menurutnya, kondisi itu seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh.

Selain itu, ia menyoroti program kerja Dillah–Muslimin Tanja yang disampaikan saat kampanye. Dari 18 program yang dijanjikan, Arie menilai tidak ada satu pun yang secara khusus dan substansial menyentuh isu lingkungan hidup.

Baca Juga :  Periode PAM Natal 2022, Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada 3 Ahli Waris

“Kondisi ini ironis, mengingat Tanjung Jabung Timur menghadapi ancaman serius seperti abrasi, pencemaran sungai, dan kerusakan kawasan pesisir di sejumlah kecamatan,” katanya.

Kritik juga diarahkan pada kebijakan penempatan pejabat di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Arie menilai pejabat yang ditempatkan belum menunjukkan visi progresif dan inovatif, sehingga kinerja DLH dikhawatirkan berjalan stagnan.

Baca Juga :  Jasa Raharja Muaro Bungo Gelar Pelatihan PPGD di Terminal Tipe A

“Jika yang ditempatkan hanya menjalankan rutinitas administratif, jangan berharap ada perubahan. Sampah akan terus menumpuk dan kerusakan lingkungan semakin meluas,” tegas Arie.

Ia menegaskan kritik tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan lingkungan dan generasi muda di Tanjung Jabung Timur.

Arie berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi kebijakan dan penataan sumber daya manusia agar krisis lingkungan tidak berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih luas. (Red)