Pernyataan “Lepas Makan” Picu Teguran Keras dari DPRD Batang Hari

BATANGHARI,BITNews.id – Anggota DPRD Batang Hari, Amin Hudori, menegur Direktur PT Superhome Production Indonesia, Simon, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas persoalan ketenagakerjaan, Rabu (4/2/2026).

Peristiwa itu terjadi ketika Simon menyampaikan tanggapan terkait kondisi karyawan dengan pernyataan yang dinilai merendahkan martabat pekerja, yakni bahwa karyawan cukup “bisa makan” atau “lepas makan”. Ucapan tersebut memicu reaksi keras dari Amin Hudori.

Baca Juga :  Momentum Sumpah Pemuda, Kapolda Jambi: Pemuda Harus Tingkatkan Visi dan Komitmen Kebangsaan

Amin menilai pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan dalam forum resmi DPRD. Ia menegaskan bahwa pekerja tidak dapat diperlakukan seolah-olah cukup diberi upah untuk sekadar bertahan hidup.

“Jangan seolah-olah pekerja cukup diberi upah sekadar lepas makan. Ini manusia, bukan alat produksi. Negara sudah mengatur upah minimum untuk menjamin kehidupan yang layak,” kata Amin Hudori dengan nada tegas sambil menggebrak meja rapat.

Dalam forum itu, Amin juga mempertanyakan pandangan tersebut dengan mengaitkannya pada kondisi masyarakat setempat. Menurutnya, biaya hidup yang terus meningkat menuntut perusahaan memenuhi kewajiban pengupahan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Baca Juga :  Pimpin Apel Gabungan, Fuadi: Pemkab Akan Tambah Internet Gratis

“Dengan bahasa yang lebih santunlah kepada masyarakat Batang Hari. Atas nama masyarakat Kabupaten Batang Hari, saya merasa tersinggung,” ujarnya.

RDP tersebut turut dihadiri perwakilan karyawan PT Superhome Production Indonesia serta sejumlah anggota DPRD Batang Hari lintas komisi. Persoalan utama yang dibahas meliputi pengupahan, jam kerja, dan pemenuhan hak-hak normatif pekerja.

Baca Juga :  Pameran Digital Lengkap dan Banyak Promonya, Hanya di Honda Safari Virtual Expo

Menanggapi keberatan tersebut, Simon menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang menimbulkan kesalahpahaman.

“Saya minta maaf apabila ucapan saya menyinggung bapak-bapak semua. Tidak ada niat untuk merendahkan atau menyinggung siapa pun,” ujar Simon.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan pembahasan kesepakatan antara perusahaan dan karyawan, yang diharapkan dapat dilaksanakan secara bertanggung jawab oleh kedua belah pihak. (Adv)