Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan, Lapas Jambi Akan Gelar Tes Urine Serentak

JAMBI,BITNews.id – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi akan menggelar tes urine serentak bagi warga binaan dan pegawai.

Kegiatan ini menjadi langkah tegas dalam mencegah serta memberantas peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan, khususnya pasca momentum Lebaran.

Kepala Lapas Jambi, Syahroni Ali, menegaskan bahwa pelaksanaan tes urine nanti merupakan instruksi langsung dari pimpinan yang wajib dilaksanakan seluruh Lapas dan Rutan di Indonesia.

“Tes urine ini adalah perintah pimpinan, dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Ini langkah preventif, apalagi pasca Lebaran kita harus lebih waspada terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di dalam Lapas,” ujarnya.

Baca Juga :  Yamaha Grand Filano Hybrid Connected, Motor dengan Bagasi Terbesar di Kelasnya

Menurutnya, pengawasan terhadap penyalahgunaan narkoba di dalam Lapas menjadi prioritas utama. Syahroni menegaskan, apabila ditemukan narapidana yang terbukti menggunakan narkoba, maka akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Jika kedapatan, konsekuensinya sangat berat. Narapidana tersebut akan kehilangan hak-haknya, seperti remisi dalam satu tahun berjalan. Ini bentuk efek jera sekaligus penegakan aturan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Syahroni menjelaskan jika kedapatan ada yang positif pihaknya juga akan menelusuri asal muasal narkoba tersebut bisa dikonsumsi napi. Hal ini menjadi bagian penting dalam evaluasi sistem pengamanan.

Baca Juga :  Walhi Jambi dalam Workshop AJI: 14 Negara Sepakat Krisis Iklim Ancaman Terbesar

“Kami tidak hanya berhenti pada hasil tes, tetapi juga akan menelusuri bagaimana barang itu bisa dikonsumsi. Ini yang menjadi fokus kami agar ke depan bisa dicegah secara maksimal,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, tes urine dilakukan minimal terhadap 50 persen dari total penghuni dan pegawai. Namun demikian, pihak Lapas menargetkan jumlah yang lebih besar apabila ketersediaan alat memungkinkan.

“Minimal 50 persen, tapi kalau alat cukup, tentu kami ingin tes semua. Semakin banyak yang diperiksa, semakin baik untuk memastikan lingkungan Lapas benar-benar bersih dari narkoba,” jelasnya.

Kegiatan ini sendiri direncanakan menjadi agenda rutin, dengan frekuensi minimal tiga kali dalam setahun. Namun secara ideal, tes urine diharapkan dapat dilakukan setiap bulan apabila didukung sarana dan prasarana yang memadai.

Baca Juga :  Haris-Sani Diprediksi Menang Tebal Karena Bersih dari Narkoba

Selain itu, tes urine juga dapat dilakukan secara insidentil apabila terdapat indikasi atau kecurigaan tertentu di lapangan.

Dalam upaya memperkuat pelaksanaan, Lapas Jambi turut menggandeng pihak Badan Narkotika Nasional dan kepolisian. Koordinasi telah dilakukan, termasuk pengiriman surat resmi guna mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

“Dengan melibatkan BNN dan kepolisian, kami berharap hasilnya lebih akurat dan transparan. Ini juga menjadi bentuk komitmen bersama dalam memberantas narkoba,” pungkasnya. (*)