JEMBER, BITNews.id – Kabupaten Jember menunjukkan kinerja ekonomi yang kuat sepanjang 2025 dengan realisasi investasi yang melonjak tajam dan inflasi yang tetap dalam batas terkendali.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan, berbagai upaya terus dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika yang terjadi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2026, inflasi tahunan Jember tercatat sebesar 3,84 persen.
Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,48 persen dan Jawa Timur 3,79 persen, namun masih tergolong aman.
Menurut Gus Fawait, pengendalian inflasi dilakukan melalui strategi 4K oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), yang mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif.
“Kami terus bergerak cepat di lapangan melalui operasi pasar rutin dan penguatan sinergi lintas instansi. Langkah ini penting untuk menjaga ketersediaan stok BBM, LPG, serta bahan pangan agar tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujar Gus Fawait, Kamis (2/4/2026).
Tekanan inflasi tercatat pada beberapa kelompok pengeluaran, salah satunya perawatan pribadi yang mengalami kenaikan hingga 13,66 persen.
Namun kondisi tersebut diimbangi dengan deflasi pada sektor teknologi informasi dan jasa keuangan sebesar 2,56 persen.
Sementara itu, data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi Jember pada 2025 mencapai Rp2,57 triliun.
Angka ini meningkat 70,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,51 triliun, sekaligus melampaui target RPJMD 2025–2029 sebesar Rp1,85 triliun.
Investasi tersebut berasal dari 457 unit usaha yang tersebar di berbagai sektor, dengan kontribusi terbesar dari properti dan kawasan industri, diikuti industri makanan, kimia dan farmasi, mineral non-logam, serta perdagangan dan reparasi.
“Investasi adalah urat nadi pembangunan. Dengan masuknya modal sebesar Rp 2,57 triliun dari 457 unit usaha, kita berhasil menyerap hampir 10 ribu tenaga kerja baru. Fokus kami adalah memastikan investasi ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Adv)
