Polda Jambi Ikuti Dialog Penguatan Internal, Bahas Tantangan Hukum di Era AI

JAMBI,BITNews.id – Polda Jambi mengikuti Dialog Penguatan Internal Polri ke-1 yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini membahas tantangan hukum di era kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Vicon Lantai II Polda Jambi tersebut dihadiri sejumlah pejabat utama, di antaranya Karo Rena, Karo SDM, Kabid Humas, Kabidkum, Kabiddokkes, Ka SPN, Dirtahti, Ka SPKT, serta para perwira menengah.

Dari Mabes Polri, dialog dipimpin oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir bersama jajaran Divisi Humas Polri dan narasumber dari berbagai instansi.

Baca Juga :  Soal Keributan Warga Kumpeh dengan ATJ, Begini Faktanya

Dalam arahannya, Johnny menegaskan perkembangan teknologi AI membawa dampak signifikan terhadap tugas kepolisian, baik dari sisi manfaat maupun potensi risiko.

“Teknologi AI membawa efisiensi, namun juga membuka peluang munculnya kejahatan baru, seperti manipulasi data, deepfake, hingga ancaman siber yang semakin kompleks,” ujarnya.

Ia menambahkan, aparat penegak hukum menghadapi tantangan dalam menyesuaikan regulasi dengan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

“Tantangan terbesar adalah bagaimana hukum dapat mengimbangi perkembangan teknologi yang begitu pesat,” katanya.

Dalam sesi pemaparan, narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital menjelaskan bahwa pengelolaan AI di Indonesia mengacu pada Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial 2020–2045, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

Baca Juga :  Al Haris-Sani Tiba Berbarengan di Rumah PAN Sambut Kedatangan Zulhas

Selain itu, penggunaan AI diklasifikasikan berdasarkan tingkat risiko, mulai dari risiko rendah hingga risiko tinggi, yang menentukan tingkat pengawasan dalam implementasinya.

Narasumber dari Direktorat Siber Bareskrim Polri menambahkan bahwa AI juga dimanfaatkan dalam berbagai modus kejahatan, seperti phishing berbasis AI dan manipulasi audio-visual.

“Diperlukan peningkatan kemampuan personel serta penguatan digital forensik untuk menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesiapan sumber daya manusia Polri.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Dorong Muslimat NU Ambil Peran di Masyarakat

“Melalui dialog ini, kami mendorong personel untuk meningkatkan literasi digital dan memahami perkembangan teknologi, sehingga mampu mengantisipasi kejahatan berbasis AI,” kata Erlan.

Ia menegaskan Polda Jambi akan terus mendukung penguatan kapasitas personel melalui pelatihan dan pengembangan kemampuan, termasuk di bidang digital forensik.

Kegiatan berlangsung interaktif dan menjadi sarana bagi jajaran Polri untuk memperkuat pemahaman dalam menghadapi tantangan hukum di era digital. (*)