Jember Jawara Ekonomi Tapal Kuda, PAD Tumbuh Masif Lewat Jalur Digitalisasi

JEMBER, BITNews.id – Kabupaten Jember berhasil mengukuhkan dominasi ekonominya di wilayah Tapal Kuda dengan mencatatkan pertumbuhan tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Prestasi ini diperkuat dengan lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 36 persen pada tahun 2025 yang diraih murni dari optimalisasi sektor pajak tanpa membebani warga dengan kenaikan tarif.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengungkapkan bahwa keberhasilan fiskal tersebut merupakan buah dari strategi digitalisasi transaksi untuk menutup celah kebocoran anggaran.

Menurutnya, pencapaian ini diakui secara kolektif dalam forum bersama Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai performa terbaik di kawasan timur Jawa Timur.

Baca Juga :  Komisi IV Minta Diknas Ambil Langkah Kongkrit Penambahan Tenaga Pendidik dari PPPK

“Performa ekonomi Jember adalah yang terbaik di Tapal Kuda. Jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi selama lima tahun terakhir, sejak 2020 hingga puncaknya pada 2025, Jember mencatatkan angka tertinggi,” ujar bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut saat menghadiri agenda Bunga Desaku di Mumbulsari, Senin (6/4/2026).

Gus Fawait menggarisbawahi bahwa peningkatan PAD sebesar 36 persen di atas target adalah sebuah capaian yang tidak biasa karena dilakukan tanpa kebijakan ekstensifikasi beban pajak.

Fokus pemerintah daerah justru pada penggalian potensi yang selama ini belum tergarap maksimal.

Baca Juga :  PSU TPS 19 Mendalo Darat Berjalan Aman dan Kondusif

“Kalau PAD naik karena menaikkan pajak atau retribusi itu hal yang biasa. Namun di Jember, PAD meningkat hingga 36 persen tanpa menaikkan pajak. Artinya kita berhasil mengoptimalkan potensi yang sudah ada,” tegasnya.

Selain memperkuat struktur keuangan daerah, Pemkab Jember kini membidik penurunan angka kemiskinan secara drastis sebagai dampak turunan dari pertumbuhan ekonomi tersebut.

Target besar telah dipasang untuk membawa jumlah penduduk miskin turun ke level terendah dalam beberapa tahun ke depan.

“Harapan kami angka kemiskinan bisa turun hingga di bawah angka psikologis 200 ribu jiwa. Mudah-mudahan target itu bisa tercapai pada 2026 atau paling lambat 2027,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dewan Pers Verifikasi Faktual Media Ampar.id

Menatap sisa tahun 2026, optimisme ekonomi kian menguat seiring masuknya investasi pusat dan program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jember saat ini tercatat sebagai daerah dengan jumlah dapur MBG terbanyak kedua di Jawa Timur, yang diyakini akan menjadi mesin baru penggerak ekonomi kerakyatan.

“Jember menjadi kabupaten dengan jumlah dapur MBG terbanyak kedua di Jawa Timur. Perputaran ekonominya akan sangat besar sehingga berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi,” pungkas Gus Fawait. (Adv/ Hr)