Memasuki 65 Tahun, Hutama Karya Buktikan Kualitas Pertumbuhan: Laba Tumbuh, Neraca Makin Sehat

BITNews.id – PT Hutama Karya (Persero) mencatat kinerja keuangan positif pada tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 3,09 triliun atau tumbuh 11,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Berdasarkan laporan keuangan audited, peningkatan laba tersebut diikuti dengan penurunan total liabilitas sebesar 17,4 persen, dari Rp 58,04 triliun menjadi Rp 47,92 triliun.

Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari transformasi bisnis dan penguatan manajemen risiko yang dijalankan secara konsisten.

“Pertumbuhan yang kami catatkan berbasis ekspansi yang disertai mitigasi risiko. Laba meningkat, liabilitas menurun, dan ekuitas menguat. Ini menjadi fondasi bagi keberlanjutan perusahaan,” ujar Koentjoro dalam keterangan tertulisnya. Ranu (15/04/2026).

Baca Juga :  Polri Buka Pendaftaran Penerimaan Jalur Akpol, Bintara dan Tamtama Secara Gratis

Dari sisi operasional, laba usaha tercatat sebesar Rp 2,74 triliun atau naik 10,2 persen YoY. Sementara itu, beban keuangan berhasil ditekan dari Rp 1,64 triliun menjadi Rp 1,24 triliun, atau turun 24,5 persen dalam satu tahun.

Pada periode yang sama, ekuitas perusahaan meningkat menjadi Rp 141,18 triliun atau naik 2,3 persen YoY, tanpa adanya tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) baru sepanjang 2025. Total aset konsolidasi tercatat sebesar Rp 189,10 triliun per 31 Desember 2025.

Baca Juga :  Hingga Triwulan IV-2025, Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK Tetap Solid

Kontribusi terbesar pendapatan berasal dari segmen pengoperasian jalan tol yang tumbuh 26,8 persen YoY. Pendapatan dari segmen ini mencapai Rp 17,33 triliun atau setara 68,9 persen dari total pendapatan eksternal sebesar Rp 25,13 triliun.

Selain itu, Hutama Karya juga memperluas portofolio melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pada 2025, perusahaan menandatangani proyek KPBU Flyover Panorama I Sitinjau Lauik di Sumatera Barat senilai Rp 2,7 triliun. Sebelumnya, pada 2024, Hutama Karya memperoleh proyek KPBU Trans Papua ruas Jayapura–Wamena dengan nilai investasi Rp 3,3 triliun.

Baca Juga :  Informasi Terkini Trafik Arus Balik Lebaran 2026 di JTTS Periode 26 Maret 2026

Dalam pengembangan infrastruktur, pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) terus berjalan. Salah satu ruas, Betung–Tempino–Jambi Seksi 4, telah mulai beroperasi secara komersial pada September 2025.

Memasuki usia ke-65 tahun pada 29 Maret 2026, Hutama Karya menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional. Sejak Juli 2025, kepemilikan perusahaan berada di bawah PT Danantara Asset Management (Persero).

Koentjoro menegaskan, perusahaan akan terus menjaga kinerja dan relevansi dalam pembangunan infrastruktur nasional.

“Di usia 65 tahun, kami tidak hanya merayakan, tetapi memastikan perusahaan tetap produktif dan dipercaya dalam menjalankan mandat pembangunan,” katanya. (*)