SPPG Gaprang Resmi Diluncurkan, Siap Layani 1.325 Penerima Manfaat di Kabupaten Blitar

BLITAR,BITNews.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gaprang resmi diluncurkan di Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Kamis (16/4/2026) malam.

Fasilitas ini ditargetkan melayani 1.325 penerima manfaat pada tahap awal operasional.

Peresmian berlangsung sederhana dan dihadiri unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Kegiatan juga dirangkaikan dengan tasyakuran sebagai bentuk doa bersama.

Kepala SPPG Gaprang, Satria, mengatakan peluncuran ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan layanan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah.

Baca Juga :  Sinsen Ajak Masyarakat Jambi Kunjungi Honda Virtual Expo Satu Hati Penuh Arti

“SPPG Gaprang resmi diluncurkan malam ini. Kami menggelar tasyakuran bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga,” ujar Satria.

Ia menjelaskan, pada tahap awal, layanan akan menjangkau siswa dari dua sekolah dasar dan satu taman kanak-kanak di wilayah tersebut.

“Jumlah penerima manfaat saat ini sekitar 1.325 orang. Ke depan, kami berharap cakupan layanan bisa terus diperluas,” katanya.

Baca Juga :  PSU Pilgub Jambi, PKS Turunkan Anggota Legislatif Jadi Saksi TPS

Menurut Satria, operasional penuh SPPG Gaprang direncanakan dimulai pada pekan depan setelah mendapatkan arahan dan persetujuan dari pihak Kecamatan Kanigoro.

“Jika tidak ada kendala, pekan depan kami mulai menyalurkan layanan secara bertahap kepada para penerima manfaat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga :  Danrem 042/Gapu Ajak Stakeholder dan Masyarakat Aktif dalam Penanggulangan Karhutla

Selain itu, keberadaan SPPG Gaprang diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, seperti membuka peluang kerja dan mendorong aktivitas usaha lokal.

“Kami berkomitmen memberikan layanan yang optimal. Masukan dari masyarakat juga kami perlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan,” tutup Satria. (Ddt)