BITNews.id – PT Hutama Karya (Persero) menanam 17.000 pohon secara serentak di seluruh ruas Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) yang dikelola dalam rangka memperingati Hari Bumi dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 perusahaan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program penghijauan sepanjang 2026 yang mencakup 18 jenis tanaman di 11 ruas tol. Penanaman dilakukan dengan menyesuaikan jenis pohon terhadap kondisi tanah di masing-masing wilayah.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan program ini merupakan komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan pembangunan infrastruktur dengan pelestarian lingkungan.
“Pada usia ke-65, Hutama Karya ingin menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dan tanggung jawab lingkungan dapat berjalan beriringan. Tema ‘The New Horizon’ kami wujudkan melalui komitmen penghijauan di koridor JTTS,” ujar Iwan.
Penanaman pohon dilaksanakan serentak di seluruh ruas JTTS, dengan seremoni utama berlangsung di Rest Area KM 41 Jalur B Tol Binjai–Langsa. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Kepolisian, serta pemerintah daerah.
Program penghijauan ini merupakan kelanjutan dari upaya yang telah dilakukan Hutama Karya dalam beberapa tahun terakhir. Hingga kini, sekitar 98.000 pohon telah ditanam di sepanjang koridor JTTS.
Menurut Iwan, keberadaan vegetasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga berperan dalam menjaga kualitas udara, meredam kebisingan, mencegah erosi, serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan tol.
Pada 2026, Hutama Karya juga mulai melakukan pengukuran dampak lingkungan dari program tersebut, khususnya potensi serapan karbon. Berdasarkan pendekatan perhitungan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), 17.000 pohon yang ditanam tahun ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 9.930 ton CO2e hingga 2050.
“Ini menjadi langkah awal bagi kami untuk mengukur dampak ekologis secara ilmiah. Ke depan, data ini akan terus kami kembangkan sebagai dasar pengelolaan lingkungan yang lebih baik,” kata Iwan.
Hutama Karya menegaskan bahwa penghijauan menjadi bagian integral dari pengelolaan jalan tol, bukan sekadar program tambahan. Selain mendukung konektivitas ekonomi, koridor JTTS diharapkan memberikan manfaat ekologis bagi wilayah yang dilalui.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) bertajuk Hutama Karya Peduli. Selain penanaman pohon, program tersebut mencakup kegiatan edukasi, sanitasi, dan pemberdayaan UMKM.
Selain di Sumatra, kegiatan penanaman pohon juga dilakukan di ruas tol yang dikelola di Pulau Jawa, seperti Tol Akses Tanjung Priok dan JORR Seksi S. (*)
