JEMBER, BITNews.id – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Jember yang tergabung dalam Tim 24 Kecamatan Sukowono bergerak serentak melakukan monitoring dan evaluasi (monev), Jumat (29/5/2026).
Langkah ini diambil untuk memastikan program pemenuhan gizi berjalan sesuai prosedur dan langsung berdampak positif bagi warga.
Tim gabungan dari lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unsur lintas sektoral ini menyisir enam lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di beberapa desa, mulai dari Desa Sumberwringin, Sukowono, Sukosari, Sumberdanti, hingga Baletbaru.
Agenda turun lapangan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan lokal, mulai dari Camat, Danramil, Kapolsek, Kepala Puskesmas, Koordinator Kecamatan Sukowono, hingga utusan resmi dari Satgas MBG Kabupaten Jember.
Ketua Tim Satgas Kecamatan Sukowono, H. Jono Wasinudin, mengungkapkan bahwa operasional di lapangan sejauh ini menunjukkan progres yang positif.
Salah satu poin plusnya adalah pemanfaatan potensi wilayah, di mana mayoritas tenaga operasional SPPG direkrut dari masyarakat setempat.
“Secara umum hasilnya Alhamdulillah cukup baik. Mayoritas tenaga yang terlibat berasal dari masyarakat lokal. Dari monitoring di lapangan memang ada beberapa catatan yang kami sampaikan sebagai bahan evaluasi dan pembinaan, namun secara keseluruhan program berjalan baik,” kata Jono kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).
Selama proses pemantauan, tim memeriksa detail kesiapan sarana prasarana, teknis pelayanan, hingga standar higienitas dapur SPPG.
Jono menegaskan, seluruh pengelolaan wajib hukumnya mengacu pada Standard Operating Procedure (SOP) yang sudah baku.
Meski dinilai sudah berjalan optimal, tim satgas tetap menemukan beberapa celah yang perlu dibenahi.
Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di sejumlah titik SPPG yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar regulasi.
Merespons temuan tersebut, pihak pengelola SPPG menyatakan siap bergerak cepat melakukan perbaikan teknis.
“Masih ada satu-dua hal yang perlu penyesuaian, terutama terkait fasilitas pendukung (IPAL). Namun pihak pengelola berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan sesuai aturan yang berlaku,” tambah Jono.
Di sisi lain, Camat Sukowono yang ikut mengawal jalannya monitoring memastikan bahwa semua dinamika di lapangan akan dilaporkan apa adanya kepada pimpinan Satgas MBG di tingkat kabupaten.
Laporan yang disodorkan dipastikan riil tanpa ada yang ditutupi.
“Kami akan melaporkan seluruh hasil monitoring secara objektif sesuai fakta di lapangan. Temuan-temuan yang ada akan kami sampaikan sebagai bahan evaluasi bersama kepada pimpinan Satgas MBG Kabupaten Jember,” tegas Camat Sukowono.
Lewat evaluasi berkala ini, Tim 24 berharap seluruh pengelola SPPG terus memacu kualitas layanan, menjaga konsistensi standar operasional, dan memperkuat koordinasi.
Langkah ini dirasa krusial agar program pemenuhan gizi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto bisa terealisasi secara maksimal di tingkat akar rumput. (Adv)
