JAMBI,BITNews.id – Penataran intensif berskala nasional yang diinisiasi oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi kian berbobot memasuki hari kedua pelaksanaan. Kawah candradimuka bagi para arsitek taktik Bumi Siginjai ini langsung disuntik oleh materi mutakhir berstandar dunia guna mendongkrak performa fisik atlet menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di NTB-NTT-Jakarta.
Jika pada hari pertama para peserta dijejali teori sistem energi oleh pakar nasional, maka pada agenda Jumat (10/7), Aula KONI Provinsi Jambi kedatangan narasumber kelas internasional yang juga merupakan Konsultan Ahli Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Greg Wilson.
Dalam pemaparannya, Greg Wilson menyampaikan apresiasi yang tinggi serta rasa terima kasih mendalam atas komitmen besar KONI Jambi dalam merawat ekosistem sport science. Kehadirannya di tanah Jambi ini sekaligus menjadi momen reuni emosional yang berharga bagi pria asal Australia tersebut.
“Saya sangat berterima kasih kembali diberikan ruang di sini. Sekitar 10 tahun yang lalu, saya sudah pernah datang langsung ke Jambi untuk memberikan pelatihan fisik yang sama. Saya melihat semangat perubahan dan gairah berprestasi di provinsi ini tidak pernah padam, bahkan jauh lebih profesional saat ini,” ungkap Greg Wilson di hadapan ratusan peserta.
Secara garis besar, pada sesi kedua ini, Greg Wilson mengupas tuntas metodologi kontemporer mengenai empat pilar krusial kebugaran atlet, yakni: pelatihan kekuatan (strength), daya ledak (power), kecepatan (speed), serta kelincahan (agility).
Dengan pengalamannya yang matang sebagai Pemimpin Redaksi Journal of Australian Strength and Conditioning, formulasi ilmu yang dibagikannya telah terbukti banyak diadopsi oleh atlet-atlet elite di level nasional maupun internasional untuk meminimalkan cedera sekaligus meningkatkan performa puncak (peak performance) saat bertanding.
Materi kelas dunia dari Greg ini sengaja dikawinkan secara linier dengan materi sistem kontinum energi yang disampaikan oleh Iwan Hermawan pada hari pertama. Kombinasi sains lintas negara ini diharapkan mampu menjadi modal ilmu yang sangat aplikatif bagi para pelatih dan asisten pelatih 54 cabor di Jambi.
“Jika seluruh pelatih di Jambi mampu memadukan pemahaman sistem energi dari Iwan Hermawan dengan metode kekuatan dan kelincahan yang saya paparkan, saya optimistis lompatan prestasi Jambi di PON 2026 hingga 2028 akan menjadi kejutan besar di tingkat nasional,” tambah Greg Wilson.
Jalannya pelatihan di hari kedua ini terpantau tetap dinamis. Ruangan Aula KONI Provinsi Jambi masih dipadati oleh wajah-wajah pelatih cabor yang antusias menyimak baris demi baris presentasi ilmiah, sebelum nantinya mereka diterjunkan langsung dalam sesi praktik lapangan intensif bersama Greg Wilson.
Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi, menyatakan kepuasannya atas ketahanan mental dan antusiasme yang ditunjukkan oleh jajaran pelatih daerah. AKBP Mat Sanusi menegaskan bahwa kehadiran Greg Wilson merupakan bukti bahwa KONI Jambi tidak main-main dalam memburu target emas.
“Kami sengaja mendatangkan figur sekelas Greg Wilson agar para pelatih kita memiliki berkas komparasi atau perbandingan, bagaimana atlet luar negeri dibentuk fisiknya. Kita tidak boleh lagi melatih dengan mengandalkan insting semata, semua harus berbasis data ilmiah dan ilmu terapan,” tegas Mat Sanusi. (*)
