BPJS Ketenagakerjaan Matangkan Persiapkan Launching Program PEKA di Jambi

JAMBI,BITNews.id – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi kembali memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program baru Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA).

Rapat teknis persiapan launching program tersebut digelar di Aula BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi pada Selasa (14/7/2026), menjelang peluncuran resmi yang direncanakan berlangsung pada Kamis (16/7/2026) di Kantor Walikota Jambi.

Program PEKA menargetkan para peserta termasuk ahli waris penerima manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, dengan tujuan memberikan pelatihan keterampilan yang dapat membuka peluang usaha baru.

Langkah ini diambil agar penerima manfaat dapat mandiri secara ekonomi dan mengurangi risiko timbulnya kemiskinan baru setelah menerima manfaat ataupun santunan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi, Hendra Elvian, menjelaskan bahwa program ini merupakan inovasi untuk memperluas cakupan manfaat bagi peserta serta ahli waris penerima manfaat/santunan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta stake holders saat ini membahas skema kerjasama agar program PEKA ini bisa terlaksana dengan optimal juga berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :  Bedah Buku 'Sejarah Tungkal', Kepala Bappeda: Referensi Penting bagi Generasi Muda

Data menunjukkan dari total 3.900an peserta yang dicover melalui dana program pemerintah Kota Jambi, sebanyak 11 orang pekerja meninggal dunia, dan baru dua orang ahli waris yang bersedia mengikuti pelatihan.

Kondisi ini menjadi bahan evaluasi, sehingga kegiatan rapat digelar untuk mencari solusi agar lebih banyak ahli waris mau ikut pelatihan. Pelatihan tersebut dibiayai melalui anggaran pemerintah kota atau Balai Latihan Kerja (BLK).

Hendra menambahkan, jumlah peserta yang mengikuti program Pemanfaat Ekonomi dan Kemandirian nantinya mendapat pelatihan, pendampingan, pembinaan hingga bantuan modal usaha dari perbankan langsung yang dalam hal ini akan bersinergi bersama Bank Jambi dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Jenis pelatihan sementara ini masih untuk kategori usaha rumah tangga seperti pengolahan makanan dan minuman, barista dan konten kreator.

“Intinya, kami menargetkan mereka yang benar-benar ingin belajar dan berkembang agar manfaat uang tunai yang diterima peserta atau ahli waris bisa dialokasikan menjadi produktif. Untuk awal program ini kami menargetkan sekitar 30 orang peserta ikut pelatihan,” jelas Hendra.

Baca Juga :  Pemdes Koto Kandis Kembali Salurkan BLT DD Kepada 81 KK

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Jambi, Liana Andriani, menyambut baik inisiatif ini.

“Program ini termasuk salah satu program Walikota Jambi yang langsung menyentuh masyarakat. Kami menunggu launching pada hari Kamis nanti, dan kami yakin program ini akan memberikan manfaat nyata bagi penerima santunan,” ujarnya.

Rapat teknis ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Bappeda Kota Jambi, Dinas Pariwisata Kota Jambi, Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Jambi, BPKAD Kota Jambi, Kesra Kota Jambi, Disperindag dan Perindustrian Kota Jambi, Bank Jambi, Bank BSI, serta jajaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi.

Kehadiran berbagai stakeholder ini menunjukkan komitmen kolaboratif dalam memastikan pelaksanaan PEKA berjalan lancar dan bermanfaat.

Program PEKA tidak hanya menekankan pada pelatihan keterampilan, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk memiliki kemampuan berwirausaha yang dapat menopang kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Waka I DPRD Kota Bengkulu Buka Kegiatan Semarak Bulan Bahasa Di SMP N 24

Fokus utama adalah memberikan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar dan memfasilitasi peserta untuk memiliki sarana produksi atau peralatan yang diperlukan.

BPJS Ketenagakerjaan menekankan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari misi perlindungan sosial yang tidak hanya memberikan santunan finansial, tetapi juga mendukung kemandirian ekonomi penerima manfaat.

Dengan pendekatan ini, diharapkan para ahli waris dapat memanfaatkan santunan untuk menciptakan usaha produktif yang berkelanjutan.

Peluncuran resmi PEKA diharapkan menjadi momentum awal bagi percepatan pemberdayaan ekonomi ahli waris penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan di Kota Jambi.

Kolaborasi lintas OPD dan lembaga terkait diharapkan dapat memperkuat efektivitas program, sekaligus menjadi model bagi implementasi serupa di daerah lain.

Melalui PEKA, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi menegaskan komitmen untuk menghadirkan manfaat jangka panjang, tidak hanya berupa santunan, tetapi juga kapasitas dan peluang ekonomi yang mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (*)