Akomodasi Masukan Mahasiswa dan Pedagang, Pemkab Jember Mulai Benahi Pasar Tanjung

JEMBER, BITNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mulai merealisasikan pembenahan Pasar Tanjung usai menyerap masukan dari gabungan pedagang dan mahasiswa.

Langkah ini diawali melalui ruang dialog terbuka yang dipimpin Bupati Jember, Gus Fawait, di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (22/9/2026).

Dalam pertemuan yang digelar secara lesehan di aula pendopo, perwakilan pedagang memaparkan kondisi penataan lapak di area bawah yang semrawut.

Baca Juga :  Antisipasi Kecurangan, Bawaslu Tanjabtimur Tempatkan Satu Anggota di Setiap TPS

Kondisi tersebut dinilai mengganggu ketertiban pasar dan merugikan keberlangsungan usaha para pedagang lama.

Merespons aduan tersebut, Pemkab Jember menawarkan paket kebijakan yang meliputi uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Samanhudi, penyusunan jadwal jam berjualan, serta pembentukan Satgas Gabungan Penataan Pasar.

Seluruh peserta forum menyepakati opsi tersebut untuk segera diterapkan pada hari berikutnya.

“Pasar tradisional adalah benteng ekonomi warga dan tempat wong cilik mengadu nasib. Apa yang menjadi harapan para pedagang dan mahasiswa, itu pula yang menjadi komitmen kami di Pemkab Jember,” kata Gus Fawait.

Baca Juga :  Kasiops Kasrem 042/Gapu Hadiri Apel Kesiapan Operasi Lilin Pam Nataru

Ia menyampaikan bahwa respons cepat ini dilakukan setelah dirinya mengecek langsung kondisi Pasar Tanjung beberapa hari lalu.

Pertemuan tersebut juga menjadi pemenuhan komitmen pemkab kepada pedagang sepekan sebelumnya untuk merumuskan penanganan pasar secara komprehensif.

“Saya bangga dengan pemikiran kritis teman-teman mahasiswa. Semua gagasannya, mulai dari rekayasa lalu lintas, Satgas, sampai penataan trotoar kami akomodasi. Mari kawal bersama prosesnya di lapangan,” ujar Gus Fawait.

Baca Juga :  Gubernur Ansar Serahkan Insentif RT/RW dan Posyandu Serta Bantuan Transportasi Siswa Tahap III di Batam

Pemkab Jember memastikan skema penataan kawasan dan penyerapan aspirasi pedagang ini tidak berhenti di Pasar Tanjung, melainkan bakal dilanjutkan ke pasar-pasar tradisional lain di wilayah Jember. (Ht/Adv)