Bupati Blitar Panen Raya Padi di Desa Soso

BLITAR,BITNews.id – Bupati Blitar, Rini Syarifah atau yang kerap disapa Mak Rini melakukan panen raya padi di Desa Soso Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, Sabtu (27/05/2023).

Pada kesempatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar Rini Syarifah mengatakan padi yang dipanen kali ini merupakan tanaman yang dikembangkan petani di wilayah setempat menggunakan pengembangan/aplikasi elisitor biosaka.

Dimana, Biosaka ini merupakan salah satu sistem teknologi terbaru dalam perkembangan dunia pertanian organik modern dan ditemukan oleh pemuda tani asal Blitar bernama Muhammad Ansar. Dengan metode itu bisa mengatasi kelangkaan pupuk kimia.

Baca Juga :  Polresta Jambi Gelar Apel Operasi Zebra 2025, Siagakan 67 Personel untuk Tertibkan Lalu Lintas

“Alhamdulillah, hari ini saya bersama dengan Ibu Gubernur Jatim melakukan panen raya padi di Desa Soso Kecamatan Gandusari. Padi yang dipanen kali ini merupakan tanaman yang dikembangkan oleh petani menggunakan pupuk berupa Biosaka,” ujar perempuan yang kerap disapa Mak Rini, Sabtu (27/05/2023).

Mak Rini juga menuturkan, dengan menggunakan teknik Biosaka ini mampu menekan biaya tanam padi disaat harga pupuk kimia sedang mahal. Sehingga, mereka tidak lagi kebingungan ketika terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi.

Baca Juga :  Ikut Berkontribusi Pada Pekan Akses Terbuka Internasional 2022, Herlambang: Semoga Ilmu Selalu Bermanfaat

Berdasarkan keterangan dari petani di Kabupaten Blitar, dengan Biosaka bisa menekan biaya tanam padi hingga 50 persen. Tak hanya itu saja, juga membuat tanaman padi semakin kebal dengan serangan hama dan tidak mudah rusak akibat serangan hama. Tanaman padi yang juga berdampak pada kualitas gabah yang dihasilkan.

“Bisa menekan biaya tanam hingga 50 persen, dan hasil tanaman padinya juga bagus dan kebal terhadap serangan hama. Selain itu, pembuatan elisitor biosaka juga sangat mudah lantaran bahan-bahannya ada di sekitar kita yakni tumbuhan,” tutur dia.

Baca Juga :  Akhirnya, PKB Beri Rekom ke Al Haris-Sani untuk Pilgub Jambi 2024

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, dengan Biosaka ini bisa menjadi referensi yang sangat bagus. Karena, dengan Biosaka produksi pertaniannya tetap terjaga dan ketahanan padi terhadap serangan hama juga makin bagus.

Pemprov Jatim berencana terus mengembangkan penggunaan biosaka di sejumlah wilayah yang lain. Berdasarkan keterangan dari para petani, gabah hasil pengembangan cairan biosaka lebih enak dan pulen.

“Ini menjadi referensi yang bagus, dan kami Pemprov Jatim berkomitmen untuk menggunakan Biosaka ke sejumlah wilayah lain,” tambah dia. (Adv)