Digitalisasi Pasar Ternak, Disbunak Tanjab Timur Luncurkan ‘Sapi Online’ Lewat WhatsApp

TANJABTIM,BITNewsw.id – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) meluncurkan inovasi pemasaran digital bertajuk “Grup Sapi Online TJT” menjelang Idul Adha 2026. Program tersebut memanfaatkan aplikasi WhatsApp sebagai sarana pemasaran hewan ternak milik peternak lokal.

Langkah itu dilakukan untuk mempermudah akses pasar bagi peternak sekaligus memangkas rantai distribusi penjualan hewan ternak yang selama ini dinilai bergantung pada tengkulak.

Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjabtim, Sapura, mengatakan grup WhatsApp tersebut menjadi media penghubung langsung antara peternak dan calon pembeli.

Baca Juga :  Dilanda Kekeringan, Pinto Imbau Warga untuk Menghemat Air Bersih

“Dengan adanya grup ini, posisi tawar peternak menjadi lebih baik karena mereka bisa berinteraksi langsung dengan calon pembeli tanpa perantara,” ujar Sapura saat dikonfirmasi, Selasa.

Melalui grup tersebut, peternak dapat memasarkan ternaknya dengan mengunggah foto atau video hewan yang dijual disertai informasi pendukung, seperti estimasi bobot ternak, usia hewan, dan harga yang ditawarkan.

Menurut Sapura, saat ini anggota grup terdiri atas kepala desa dan ketua kelompok peternak dari berbagai wilayah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Ke depan, Disbunak akan memperluas kepesertaan hingga menjangkau peternak secara individu.

Baca Juga :  Danrem 042/Gapu Tekankan Kepada Anggota untuk Jaga Kebugaran Tubuh dengan Berolahraga

Ia menegaskan pemerintah daerah hanya berperan sebagai fasilitator dan tidak terlibat dalam proses transaksi jual beli.

“Tugas kami hanya memfasilitasi tanpa biaya administrasi atau potongan apa pun. Transaksi dilakukan langsung antara peternak dan pembeli,” katanya.

Selain mempermudah pemasaran, Disbunak juga memastikan kualitas hewan ternak yang dipasarkan tetap terjaga. Setiap hewan yang dipasarkan melalui grup tersebut disebut telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh mantri hewan di masing-masing kecamatan.

Baca Juga :  Perkuat Kemitraan, Polda Jambi silaturahmi bersama PWI Kota Jambi Siap Hadapi Tantangan Informasi Digital

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan ternak dalam kondisi sehat, layak konsumsi, dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban.

“Kami ingin peternak lebih profesional dengan posisi tawar yang kuat, sekaligus memberikan rasa aman kepada pembeli melalui jaminan ternak yang sehat dan layak,” tutur Sapura.

Program “Sapi Online TJT” diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan peternak lokal sekaligus mempermudah masyarakat memperoleh hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha. (*)