Duet Srikandi Tanjab Timur ‘Berguru’ Strategi Atasi Stunting dan Kemiskinan ke Yogyakarta

BITNews.id – Dua pucuk pimpinan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) Bupati Hj. Dillah Hikmah Sari, S.T., dan Ketua DPRD Zilawati melakukan kunjungan kerja ke Kota Yogyakarta pada Selasa (23/6/2026).

Langkah strategis “Duet Srikandi” ini dilakukan demi mematangkan formula percepatan pengentasan kemiskinan dan penekanan angka stunting di Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung.

Pertemuan hangat yang berlangsung di Ruang Pertemuan Pemerintah Kota Yogyakarta ini disambut langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati turut didampingi oleh Kepala Badan Kesbangpol serta Kabag Ekonomi Setda Tanjab Timur.

Baca Juga :  Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Ikuti Peringatan HANI Tahun 2022 secara Virtual

Mengadopsi Inovasi Berbasis Kolaborasi
Kota Yogyakarta dipilih karena dinilai sukses menekan angka stunting dan kemiskinan secara berkelanjutan.

Di hadapan jajaran Pemkab Tanjab Timur, Wali Kota Yogyakarta memaparkan resep suksesnya mulai dari intervensi kesehatan sasar ibu dan anak, pendampingan ketat keluarga berisiko stunting, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Kuncinya ada pada kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat,” ujar Hasto Wardoyo.

Bupati Tanjab Timur, Dillah Hikmah Sari, menegaskan bahwa inovasi-inovasi yang dipelajari dari Kota Gudeg ini akan menjadi referensi penting yang siap diadaptasi di daerahnya.

Baca Juga :  Al Haris Pastikan Kenyamanan Masyarakat Rayakan Idul Fitri 1444 H

“Kami ingin melihat langsung langkah strategis apa saja yang terbukti efektif. Banyak hal yang bisa kami jadikan bahan pembelajaran untuk disesuaikan dengan kondisi geografis dan sosial di Tanjung Jabung Timur,” ungkap Dillah.

Tak hanya menyambangi balai kota, agenda kunjungan kerja ini juga menyasar ke sektor pemberdayaan umat. Bupati dan rombongan secara khusus mendatangi Masjid Jogokariyan, sebuah miniatur percontohan nasional dalam pengelolaan dana umat dan pelayanan sosial kaum dhuafa.

Di sana, Dillah mempelajari bagaimana manajemen masjid mengelola dana infak agar “selalu nol rupiah” demi menggerakkan ekonomi warga sekitar, memberikan pelayanan kesehatan gratis, hingga menyulap rumah ibadah menjadi pusat jaring pengaman sosial.

Baca Juga :  Pendaftaran UKW di Asahan Diperpanjang

Menurut Dillah, model yang diterapkan Masjid Jogokariyan membuktikan bahwa lembaga keagamaan bisa menjadi motor penggerak yang dahsyat dalam mengentaskan kemiskinan.

“Belajar dari daerah dan lembaga yang sudah terbukti berhasil adalah langkah cepat untuk membangun daerah. Kami berharap oleh-oleh pengalaman dari Yogyakarta ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tanjung Jabung Timur,” tutupnya.

Melalui studi tiru ini, Pemkab Tanjab Timur optimistis dapat merumuskan program penanganan stunting dan kemiskinan yang lebih presisi, efektif, dan tepat sasaran. (*)