Jembatan Air Matan Ambrol, DPRD Bengkulu Sidak dan Libatkan Ahli untuk Investigasi

BENGKULU, BITNews.id – Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu meninjau langsung Jembatan Air Matan di wilayah Seluma Selatan yang mengalami kerusakan meski baru beberapa bulan diresmikan. Inspeksi mendadak (sidak) dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap proyek infrastruktur.

Sidak tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya tujuh kepala desa setempat, Plt BPBD, kontraktor pelaksana, serta perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, H. Suharto, menegaskan kehadiran DPRD di lokasi bertujuan memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan tidak merugikan masyarakat.

Baca Juga :  TNI dan Polri Mengawal Ketat TPS 10 di Desa Muaro Pijoan

“Kami hadir untuk memastikan pembangunan ini benar-benar sesuai perencanaan dan tidak merugikan masyarakat,” ujar Suharto.

Dari hasil peninjauan awal, Komisi III menemukan indikasi adanya ketidaksesuaian teknis di lapangan. Meski demikian, DPRD belum mengambil kesimpulan dan akan melakukan kajian lebih lanjut.

Untuk memastikan penyebab kerusakan secara objektif, Komisi III berencana melibatkan tenaga ahli independen guna melakukan evaluasi teknis secara menyeluruh.

Baca Juga :  Kabid Humas Polda Jambi Hadiri Pembukaan Serambi 2023

Anggota Komisi III lainnya, Madi Husen, menyoroti usia jembatan yang masih baru dengan nilai proyek sekitar Rp16,4 miliar.

“Kami ingin memastikan apakah spesifikasi teknis, mulai dari material hingga metode pengerjaan, sudah sesuai ketentuan,” katanya.

Selain itu, dokumen kontrak proyek saat ini tengah diminta oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk keperluan audit. Hal ini menjadi bagian dari proses evaluasi dari sisi administrasi maupun teknis.

Anggota Komisi III, Darmawansyah, menilai pembangunan jembatan seharusnya didasarkan pada kajian komprehensif, termasuk detail engineering design (DED), survei topografi, hidrologi, dan analisis material.

Baca Juga :  Beli Honda BeAT dan Scoopy, Dapatkan Tawaran Terbaik Sekarang

Di sisi lain, masyarakat berharap perbaikan dapat segera dilakukan mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital.

“Yang kami utamakan adalah keselamatan masyarakat. Jembatan ini harus layak dan aman digunakan,” tegas Suharto.

Komisi III DPRD Bengkulu memastikan akan terus mengawal proses investigasi hingga diperoleh hasil yang jelas, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (Adv)