JEMBER, BITNews.id – Pemerintah Kabupaten Jember membawa kabar baik bagi percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah selatan.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, berhasil melobi pemerintah pusat untuk kembali mengucurkan dana fantastis demi menuntaskan proyek strategis Jalur Lintas Selatan (JLS).
Langkah taktis ini diambil setelah proyek sempat mengalami kendala dan tertunda selama beberapa tahun akibat keterbatasan akses yang menghambat potensi ekonomi warga pesisir.
Komunikasi intensif yang dibangun oleh Bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut membuahkan hasil luar biasa.
Pemerintah pusat berkomitmen menggelontorkan anggaran sebesar Rp3 triliun untuk merampungkan jalur penunjang tersebut.
Proyek ini dijadwalkan mulai dikebut kembali pada tahun 2026 dan ditargetkan selesai sepenuhnya dalam beberapa tahun ke depan.
“Kami sudah melakukan komunikasi dan lobi ke pemerintah pusat, dan alhamdulillah telah disetujui pembangunannya pada tahun 2026 ini dan diproyeksikan selesai pada tahun 2029 mendatang. Anggarannya yang disiapkan untuk pembangunan proyek JLS ini Rp3 triliun,” ungkap Gus Fawait.
Keberadaan JLS yang mulus nantinya akan mengoneksikan berbagai wilayah potensial di Jember bagian selatan, mulai dari Kecamatan Kencong, Gumukmas, hingga Puger.
Akses transportasi yang lancar ini diyakini akan membuka gerbang pariwisata secara lebar dan memicu limpahan pelancong ke berbagai destinasi pantai.
Gus Fawait menilai kawasan selatan memiliki kekayaan alam yang sangat lengkap dan bernilai jual tinggi untuk menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.
“Maka dengan adanya JLS ini, daya tarik wisatawan ke pantai selatan ini akan meningkat dan menjadi sumber perputaran ekonomi baru di sini. Bukan hanya pantainya, tetapi daya tarik lainnya berupa pulau-pulau yang indah hingga hasil ikannya yang melimpah,” urainya secara optimistis.
Selain mendongkrak sektor pariwisata, pembangunan infrastruktur berskala besar ini juga menjadi strategi jitu Pemkab Jember dalam memetakan pengentasan kemiskinan.
Berdasarkan data makro daerah, wilayah pinggiran selatan selama ini masih mencatat angka kemiskinan yang cukup tinggi akibat keterbatasan akses ekonomi.
Dengan terhubungnya jalur ini, roda perekonomian masyarakat diharapkan bisa berputar lebih cepat dan mandiri melintasi wilayah pesisir.
“Karena memang berdasarkan data, wilayah pesisir pantai selatan ini salah satu pusat kemiskinan dan jika JLS ini dikembangkan maka kesejahteraan masyarakat bisa terangkat. Kalau JLS ada pasti banyak UMKM yang tumbuh, termasuk juga wisatanya yang menjadi daya tarik bagi pengunjung. Bukan hanya dari lokal melainkan dari daerah lain ingin datang ke sini,” pungkas Gus Fawait. (Adv)
