Danlantamal IV: Siap untuk Bersatu dan Bekerja Keras Membangun Negeri Terkhusus di Wilayah Kepri

BITNews.id.id – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV Laksamana Pertama TNI Angkatan Laut (Danlantamal IV) Laksamana Pertama Kemas M. Ikhwan Madani, S.Sos., M.Si hadiri kegiatan 20 Tahun Hari Marwah Masyarakat Kepulauan Riau yang dilaksanakan di Gedung Juang Tanjungpinang, Minggu (15/05/2022).

Marwah Kepri merupakan hari dimana masyarakat Kepri mendeklarasikan gaung Kabupaten Kepri menjadi Provinsi Kepri yang diperjuangkan dalam penuh heroik yang diperingati setiap 15 Mei.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Ponpes Kumpeh Daaru At-Tauhid

Acara yg dihadiri Gubernur Kepri H. Anshar Ahmad, ini menampilkan sejarah juang masyarakat Kepulauan Riau hingga bisa berdiri kokoh seperti sekarang.

“Melalui semangat Hari Marwah ini kita jadikan sebagai ajang evaluasi pembangunan dan arah kebijakan untuk mencapai cita-cita Provinsi Kepri yang kita inginkan di awal pendiriannya,” Ujar Gubernur Kepri dalam sambutannya.

Di sela-sela sambutannya Gubernur Kepri juga menyebutkan butuhnya dukungan dan peran TNI Angkatan Laut dalam hal ini Lantamal IV dan jajaran untuk berperan dalam mendukung pembangunan Kepulauan Riau guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri.

Baca Juga :  Kepala BNN Kota Jambi Jadi Narasumber Penyuluhan Hukum Kejahatan Narkotika untuk Mahasiswa

Atas pernyataan Gubernur tersebut Danlantamal IV mengatakan siap untuk bersatu dan siap bekerja keras untuk sama-sama membangun negeri terkhusus di Wilayah Kepri.

“Memang sudah menjadi kewajiban kami TNI Angkatan Laut dalam hal ini Lantamal IV untuk berperan membangun Negeri, mendukung program-program pemerintah daerah, guna meningkatnya kesejahteraan masyarakat Kepri,” ujar Laksma TNI Kemas.

Baca Juga :  DPRD Muaro Jambi Sahkan Perda RTRW 2024-2044, Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Pada acara tersebut Gubernur Kepri juga mendapatkan Amanat Rakyat Kepulauan Riau yaitu memperjuangkan wilayah pulau Bintan dan Karimun untuk mendapatkan status FTZ secara menyeluruh, serta wilayah Kabupaten Lingga, Anambas, dan Natuna dikembangkan menjadi KEK sesuai karakteristik masing-masing, dan Kota Tanjungpinang menjadi kota wisata yang religi dan historis.(*/Hn)