Gapoktan Terusan Bersatu Matangkan Strategi Hadapi Mediasi Sengketa Lahan

JAMBI, BITNews.id – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Terusan Bersatu menggelar rapat internal untuk mempersiapkan mediasi terkait persoalan lahan yang tengah dihadapi.

Pertemuan berlangsung di Desa Terusan, pada Senin (15/9/2025), dihadiri puluhan anggota dan pengurus.

Ketua Gapoktan Terusan Bersatu, Ismawati, menegaskan bahwa seluruh anggota berkomitmen memperjuangkan hak mereka melalui jalur mediasi. Ia menyebut, persatuan dan kesiapan menjadi kunci keberhasilan.

Baca Juga :  Wabup Asahan Ikuti Doa Bersama untuk Aremania dan Sepakbola Indonesia

“Setiap dokumen yang kami siapkan adalah suara petani. Jangan sampai ada yang terlewat, karena ini menyangkut masa depan anak cucu kita,” ujar Ismawati.

Dalam rapat tersebut, anggota Gapoktan menyiapkan sejumlah dokumen penting, seperti sertifikat kepemilikan lahan, perjanjian, hingga bukti pendukung lainnya.

Selain itu, mereka juga menyusun poin-poin argumen yang akan disampaikan dalam proses mediasi.

Baca Juga :  Bank Jambi 'Manjakan' UMKM, Sediakan KUR dari Rp10 Juta hingga Rp500 Juta

Untuk memperkuat langkah, Gapoktan membentuk tim negosiator yang terdiri dari perwakilan petani dengan kemampuan komunikasi dan keteguhan sikap. Tim ini akan menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan petani di meja mediasi.

Selain itu, Gapoktan juga mendukung adanya mediator yang netral dan berintegritas agar proses mediasi berjalan adil serta menghasilkan solusi terbaik.

Direktur Yayasan Keadilan Rakyat (YKR), Achmad Subhan, yang turut mendampingi petani, menilai persiapan matang Gapoktan merupakan langkah strategis menuju penyelesaian.

Baca Juga :  Aksi Penutupan Jalan Truk Batubara Jadi Cambuk Bagi Polres dan Pemkab Batanghari

“Persiapan adalah 90 persen kemenangan. Kami berterima kasih atas kepercayaan Gapoktan Terusan Bersatu kepada YKR. Kepercayaan ini adalah kekuatan,” kata Achmad Subhan.

Rapat ini menghasilkan kesepakatan bersama untuk menghadapi tahap mediasi yang dinilai sebagai momentum penting dalam memperjuangkan hak-hak petani Terusan. (Red)