Konflik Lahan Teluk Nilau Memanas, Penasehat PPJ Minta Gubernur Turun Tangan

BITNews.id – Konflik lahan antara masyarakat Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) dengan PT. Wirakarya Sakti (WKS) kembali memanas.

Hari ini Kamis (4/11), ratusan masyarakat  memasuki area lahan saat  Tim Terpadu (Timdu) dari Pemerintah Tanjabbar melakukan pemetaan titik kordinat diarea konflik.

Mereka mendesak agar Timdu segera menyelesaikan sengketa lahan. Jika tidak, masa yang didampingi oleh Persatuan Petani Jambi (PPJ) berencana akan menduduki lahan.

Baca Juga :  Semangat Baru di Tahun Kuda Api! Sinsen Rayakan Imlek 2026 dengan Penuh Sukacita

Penasehat PPJ, Aidil Putra mengatakan, konflik ini sudah lama terjadi. Namun persoalan tidak pernah selesai meski sudah di dampingi beberapa lembaga.

“Kita meminta agar pemerintah Provinsi untuk terlibat dalam penyelesaian konflik secepat mungkin. Jika dibiarkan berlarut, kita khawatir akan terjadi kontak fisik dilapangan,” katanya.

Apalagi konflik Teluk Nilau ini, kata Aidil, berbatasan langsung dengan area konflik yang pernah terjadi di Senyerang.

Baca Juga :  Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, H. Bakri Ajak Masyarakat Tanamkan Nilai - nilai Pancasila

“Kita tau konflik Senyerang itu memakan korban jiwa. Kita tidak ingin peristiwa itu terulang kembali,” sebutnya.

Aidil juga meminta agar masyarakat untuk bersabar dan menahan diri.

“Jangan sampai hal yang tidak diinginkan terjadi, sehingga berakibat fatal dan merugikan para pihak,” tukasnya. (*/hen)