BLITAR, BITNews.id – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, berziarah ke makam Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, di Kota Blitar, Jawa Timur, Minggu (14/6/2026). Dalam momen peringatan Bulan Bung Karno tersebut, Megawati mendoakan agar Indonesia terus berkembang menjadi bangsa yang maju, sejahtera, dan berdikari sesuai cita-cita Sang Proklamator.
Ziarah itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang setiap tahun diperingati pada Juni. Bulan tersebut memiliki makna historis karena menjadi bulan kelahiran sekaligus wafatnya Bung Karno. Presiden pertama RI itu lahir pada 6 Juni 1901 dan wafat pada 21 Juni 1970.
Megawati hadir didampingi jajaran pengurus DPP dan DPD PDI Perjuangan, termasuk Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto serta sejumlah petinggi partai lainnya.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, mengatakan ziarah tersebut merupakan bentuk penghormatan seorang anak kepada ayahnya sekaligus momentum refleksi terhadap nilai-nilai perjuangan Bung Karno.
“Setiap Ibu Ketua Umum berziarah, itu merupakan bagian dari dialog batin dengan almarhum Bung Karno. Ini adalah wujud bakti seorang anak kepada ayahnya,” ujar Said Abdullah usai ziarah.
Prosesi ziarah diawali dengan tabur bunga dan doa bersama di pusara Bung Karno. Sejumlah kader dan pengurus partai mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dengan khidmat.
Menurut Said, kegiatan ziarah bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan memiliki makna emosional dan ideologis yang mendalam bagi Megawati maupun seluruh kader PDI Perjuangan.
“Hari ini Ibu Megawati didampingi jajaran DPP dan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur berziarah. Ziarah ini merupakan bentuk bakti seorang anak kepada bapaknya, sekaligus mendoakan beliau di tempat peristirahatan terakhirnya,” katanya.
Said menuturkan, semangat perjuangan Bung Karno terus menjadi inspirasi bagi Megawati dalam mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Salah satu cita-cita yang terus diperjuangkan adalah mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, dan mandiri.
“Salah satunya, Ibu ingin bangsa ini maju dan sejahtera, serta berdikari sesuai dengan mimpi Bung Karno. Semangat itu terus dirawat dan diwariskan kepada seluruh kader PDI Perjuangan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Bulan Bung Karno menjadi momentum bagi PDI Perjuangan untuk merefleksikan kembali pemikiran, gagasan, dan nilai-nilai perjuangan Bung Karno dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Usai berziarah, Megawati dijadwalkan melanjutkan agenda di Kota Blitar, termasuk meresmikan hasil renovasi Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno yang memiliki nilai sejarah penting dalam perjalanan hidup Sang Proklamator.
Menurut Said, renovasi Istana Gebang merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah sekaligus upaya menjaga warisan kebangsaan agar tetap dapat dikenali generasi mendatang.
“Besok Bu Mega akan meresmikan Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno, sekaligus hasil renovasi bangunan tersebut. Renovasi ini merupakan hasil gotong royong seluruh pengurus dan kader PDI Perjuangan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, renovasi dilakukan secara swadaya melalui semangat gotong royong kader PDI Perjuangan di Jawa Timur. Dana yang berhasil dihimpun untuk pembenahan bangunan bersejarah tersebut mencapai sekitar Rp4,1 miliar.
“Gotong royong adalah ajaran Bung Karno yang terus kami pegang. Apa yang dilakukan untuk Istana Gebang ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus tanggung jawab moral untuk menjaga warisan sejarah bangsa,” kata Said. (Ddt)
