Menolak Patah Harapan: Perjuangan Masyarakat Jambi Mengawal Masa Depan Gizi Anak-Anak Pelosok

JAMBI, BITNews.id – Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jambi menggelar demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi. Jumat (19/6/2026).

Kehadiran mereka membawa satu misi besar yang menyangkut hajat hidup generasi penerus: menuntut pemerintah pusat dan daerah untuk terus melanjutkan serta mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di tengah terik matahari, orator aksi bergantian menyuarakan jeritan hati para orang tua, khususnya dari kalangan kurang mampu, yang selama ini merasa sangat terbantu oleh program tersebut.

Koordinator Aksi, Arafah, dengan suara lantang dan bergetar menyampaikan enam tuntutan utama di hadapan para wakil rakyat. Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kebijakan politik, melainkan urat nadi bagi masa depan anak-anak di Jambi.

”Makan siang gratis ini bukan soal perut yang kenyang hari ini saja, tapi tentang anak-anak pelosok Jambi yang akhirnya bisa merasakan segelas susu dan sepotong daging yang jarang bisa dibeli orang tua mereka. Jangan biarkan harapan mereka patah di tengah jalan,” ujar Arafah di sela-sela orasinya, menahan haru.

Baca Juga :  Kapolda Jambi Ikuti Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1445 H

Enam Tuntutan Nyata untuk Masa Depan Dalam aksi tersebut, Aliansi Masyarakat Jambi secara resmi membacakan poin-poin tuntutan mereka kepada anggota DPRD Provinsi Jambi:

Meminta DPRD dan Pemerintah Provinsi Jambi memastikan Program Makan Bergizi Gratis tidak dihentikan, ditunda, atau dikurangi jangkauannya. Program harus terus berjalan hingga menjangkau seluruh sasaran, mulai dari anak sekolah, PAUD, hingga ibu hamil dan menyusui.

Mendesak alokasi anggaran MBG dimasukkan secara tetap dalam APBN/APBD, sehingga tidak bergantung pada kebijakan sesaat atau dipotong tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Layanan ATM dan Mobile Banking Bank Jambi Segera Normal Kembali

Jika terdapat kekurangan dalam pelaksanaan di lapangan, pemerintah diminta melakukan evaluasi tata kelola, pengawasan, dan kualitas makanan bukan justru menghentikan program yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Mengundang anggota dewan untuk turun langsung memantau pelaksanaan di lapangan, mendengar langsung manfaat yang dirasakan keluarga, serta melibatkan perwakilan masyarakat dalam pengawasan agar program berjalan bersih dan tepat sasaran.

Memastikan makanan yang disalurkan tetap memenuhi standar gizi yang tinggi, higienis, sehat, dan aman dikonsumsi.

Memberikan dukungan penuh kepada pemerintah untuk memprioritaskan dan memaksimalkan penyaluran MBG di wilayah-wilayah pelosok dan terpencil yang sulit diakses.

”Bagi Kami, Ini Soal Bertahan Hidup”

Aksi yang berlangsung tertib ini menyisakan cerita mendalam. Salah satu peserta aksi, Nuraini (42), seorang ibu rumah tangga yang ikut turun ke jalan, tidak mampu membendung air matanya saat menceritakan bagaimana program ini meringankan beban keluarganya.

Baca Juga :  Perjuangan Zulasmi Octarina Membawa Perubahan Positif di Desa Air Bening dan Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

”Suami saya hanya buruh harian. Sebelum ada program ini, anak saya sering ke sekolah hanya berbekal nasi putih dan garam. Sejak ada makan bergizi gratis, wajah anak saya lebih ceria, dia tidak lemas lagi di kelas. Kalau program ini dihentikan, bagaimana nasib gizi anak-anak kami? Bagi orang kita, mungkin ini biasa, tapi bagi kami di pinggiran, ini soal bertahan hidup,” tutur Nuraini dengan suara serak menahan tangis.

Aksi damai ini diakhiri dengan penyerahan berkas tuntutan secara resmi kepada perwakilan DPRD Provinsi Jambi yang berjanji akan segera membawa aspirasi ini ke tingkat rapat pimpinan dan menyampaikannya ke pemerintah pusat.

Masyarakat berharap, ketukan palu para pembuat kebijakan nantinya akan tetap berpihak pada senyum dan gizi anak-anak Jambi.