JAMBI, BITNews.id – Rumah Baca Bhayangkara Bahari Ditpolairud Polda Jambi terus dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan dan pendidikan bagi anak-anak warga Kampung Pulau Pandan, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.
Kegiatan belajar membaca Al-Qur’an yang dilaksanakan pada Jumat (02/10/2026) tersebut diikuti sebanyak 53 anak, terdiri dari 19 anak laki-laki dan 34 anak perempuan.
Kegiatan yang berlangsung di ruang belajar Rumah Baca Bhayangkara Bahari Ditpolairud Polda Jambi diawali dengan salat Ashar berjamaah, zikir dan doa bersama. Selanjutnya, anak-anak mengikuti pembelajaran keagamaan yang meliputi pengulangan hafalan sifat wajib dan sifat mustahil bagi Allah, bacaan salat lima waktu, Tauhid dan Fikih.
Selain pembelajaran agama, para pendamping juga memberikan materi tentang adab dan akhlak serta motivasi belajar, sebagai upaya membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai keimanan sejak usia dini.
Kegiatan pembelajaran turut melibatkan personel Ditpolairud Polda Jambi Aipda Abdul Qodir dan didampingi oleh tiga orang ustadz serta turut dibantu rekan-rekan dari IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) dan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) sebagai tenaga pengajar.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, kegiatan di Rumah Baca Bhayangkara Bahari merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan ruang positif bagi anak-anak untuk belajar dan mengembangkan diri.
“Kami ingin Rumah Baca Bhayangkara Bahari tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter dan keagamaan bagi anak-anak. Pendidikan agama, adab dan akhlak merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji.
Menurutnya, tingginya antusiasme anak-anak mengikuti kegiatan tersebut menunjukkan bahwa minat mereka untuk belajar membaca Al-Qur’an masih sangat baik.
“Polri akan terus mendorong kegiatan-kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Sinergi bersama para ustadz, IPNU, IPPNU dan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan positif bagi anak-anak,” tutup Kabid Humas. (*)
