BITNews.id – GAC Group kembali menorehkan sejarah baru di industri otomotif global dengan mencatatkan produksi 30 juta unit kendaraan sejak perusahaan berdiri pada 1997 hingga Juli 2026. Pencapaian monumental ini menjadi bukti konsistensi GAC dalam menghadirkan kendaraan berkualitas tinggi yang telah dipercaya oleh jutaan pelanggan di berbagai negara, sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pemain utama di industri otomotif global.
Tonggak produksi 30 juta unit bukan sekadar pencapaian angka, tetapi juga merepresentasikan jutaan perjalanan, pengalaman, serta kepercayaan pelanggan yang telah menjadi bagian dari perjalanan GAC selama hampir tiga dekade. Setiap kendaraan yang diproduksi membawa komitmen perusahaan dalam menghadirkan kualitas, keamanan, inovasi, dan pengalaman berkendara terbaik bagi masyarakat di seluruh dunia.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, GAC terus memperkuat ekspansi internasional melalui GAC International yang kini telah menjangkau 102 negara dan wilayah di lima benua. Ekspansi tersebut didukung oleh lebih dari 680 jaringan penjualan dan layanan, lima basis produksi di luar negeri, serta sembilan pusat distribusi suku cadang regional.
Dalam beberapa tahun terakhir, GAC juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan melalui peningkatan kapasitas produksi, penguatan jaringan operasional global, serta percepatan pengembangan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) sebagai bagian dari strategi mobilitas berkelanjutan perusahaan.
Indonesia menjadi salah satu pasar penting dalam perjalanan global GAC. Seluruh kendaraan GAC yang dipasarkan di Indonesia merupakan bagian dari 30 juta unit kendaraan yang diproduksi dengan standar manufaktur global GAC.
Komitmen tersebut kini semakin diperkuat melalui perakitan lokal, pengembangan jaringan dealer di berbagai kota, serta peningkatan layanan purna jual yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen.
“Pencapaian produksi global sebanyak 30 juta unit mencerminkan kepercayaan yang telah diberikan jutaan pelanggan kepada GAC selama hampir tiga dekade. Bagi kami di Indonesia, milestone ini menjadi bukti bahwa setiap kendaraan GAC yang kami hadirkan dibangun dengan standar manufaktur global yang telah teruji. Seiring dengan penguatan kehadiran GAC di Indonesia, termasuk melalui perakitan lokal dan pengembangan jaringan layanan, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan kualitas produk, inovasi teknologi, dan pengalaman kepemilika terbaik bagi konsumen Indonesia,” ujar Andry Ciu, CEO GAC Indonesia.
Sebagai salah satu pasar strategis GAC di kawasan Asia Tenggara, Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung strategi global perusahaan, khususnya dalam mempercepat adopsi kendaraan energi baru. Melalui GAC Indonesia, perusahaan akan terus memperluas jaringan dealer, meningkatkan kualitas layanan purna jual, serta menghadirkan lini produk yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang semakin modern.
Keberhasilan mencapai produksi global 30 juta unit juga menjadi refleksi komitmen GAC dalam mengembangkan industri otomotif berbasis inovasi. Perusahaan terus berinvestasi pada riset dan pengembangan (Research & Development), teknologi elektrifikasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga sistem manufaktur cerdas untuk menghadirkan kendaraan yang lebih aman, efisien, ramah lingkungan, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Mengusung semangat “Driven by Trust, Powered by Every Journey,” GAC Indonesia percaya bahwa kepercayaan pelanggan merupakan fondasi utama dalam setiap langkah pertumbuhan perusahaan. Tonggak produksi global 30 juta unit menjadi awal dari babak baru perjalanan GAC untuk terus menghadirkan inovasi teknologi, memperluas kehadiran di pasar internasional, serta memberika nilai tambah bagi jutaan pelanggan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Melalui pencapaian ini, GAC menegaskan bahwa pertumbuhan perusahaan tidak hanya diukur dari jumlah kendaraan yang diproduksi, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan solusi mobilitas yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat global di era elektrifikasi kendaraan. (*)
