Operasi Katarak dengan Laser CATALYS™: Begini Cara Kerjanya

BITNews.id – Katarak dapat menyebabkan penglihatan buram, warna terlihat kurang cerah, hingga silau ketika melihat lampu, terutama saat berkendara pada malam hari. Jika dibiarkan berkembang, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari membaca dan bekerja hingga mengenali wajah dari kejauhan.

Salah satu pilihan penanganan katarak adalah operasi dengan bantuan teknologi laser CATALYS™. Teknologi ini membantu dokter spesialis mata melakukan sejumlah tahapan operasi dengan lebih terukur melalui pencitraan struktur mata dan perencanaan tindakan.

Namun, bukan berarti seluruh proses operasi dilakukan menggunakan laser. Dokter tetap berperan dalam menentukan metode, mengendalikan prosedur, dan memastikan penanganan sesuai dengan kondisi pasien.

Lantas, bagaimana cara kerja laser CATALYS™, apa manfaatnya, dan hal apa saja yang perlu diketahui sebelum menjalani prosedur ini?

Katarak terjadi ketika lensa alami mata yang seharusnya jernih menjadi keruh. Lensa berfungsi memfokuskan cahaya ke retina agar objek dapat terlihat dengan jelas. Ketika lensa mengalami kekeruhan, cahaya tidak dapat diteruskan secara optimal sehingga penglihatan menjadi buram, berkabut, redup, atau terasa silau saat melihat sumber cahaya.

Pada tahap awal, gangguan penglihatan akibat katarak terkadang masih dapat dibantu dengan penyesuaian kacamata, pencahayaan yang lebih baik, atau perubahan aktivitas. Namun, langkah tersebut tidak menghilangkan kekeruhan pada lensa.

Katarak juga tidak dapat disembuhkan dengan obat tetes mata, vitamin, maupun latihan mata. Apabila katarak sudah mengganggu aktivitas dan kualitas hidup, operasi menjadi penanganan utama untuk mengangkat lensa yang keruh.

Dalam prosedur ini, dokter mengangkat lensa alami yang mengalami kekeruhan, kemudian menggantinya dengan lensa buatan yang disebut intraocular lens (IOL) atau lensa intraokular. Jenis dan kekuatan IOL ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan mata, kondisi pasien, serta kebutuhan penglihatan setelah operasi.

CATALYS™ merupakan sistem operasi katarak berbantuan femtosecond laser. Teknologi ini membantu dokter melakukan sejumlah tahapan operasi dengan presisi sesuai rencana tindakan yang disesuaikan dengan kondisi mata pasien.

Sistem tersebut menggabungkan teknologi laser dengan Optical Coherence Tomography (OCT), yaitu teknologi pencitraan yang menghasilkan gambaran detail struktur mata. Informasi ini membantu dokter mengenali posisi dan karakteristik struktur mata yang relevan sebelum melakukan tindakan.

Baca Juga :  AHASS dan SINSENGO Sediakan Layanan Terbaik untuk Persiapan Berkendara di Musim Hujan

Femtosecond laser bekerja menggunakan denyut laser yang sangat singkat untuk memisahkan jaringan pada area yang telah direncanakan. Teknologi ini bukan bekerja dengan cara membakar mata, melainkan membantu membentuk bukaan atau memecah lensa pada bagian tertentu sesuai kebutuhan operasi.

Meski didukung teknologi pencitraan dan laser, keputusan medis tetap berada di tangan dokter spesialis mata. Kesesuaian prosedur ditentukan melalui pemeriksaan menyeluruh, bukan semata-mata berdasarkan ketersediaan teknologi.

Operasi katarak berbantuan laser diawali dengan pemeriksaan kondisi mata dan penilaian kebutuhan pasien. Dokter akan mengevaluasi katarak, kornea, pupil, retina, tekanan bola mata, serta faktor lain yang dapat memengaruhi hasil operasi.

Jika prosedur ini dinilai sesuai, penggunaan CATALYS™ dapat mencakup beberapa tahapan berikut.

1. Memetakan struktur mata

Sistem OCT membantu menghasilkan gambaran struktur mata, termasuk kornea dan bagian lensa yang menjadi sasaran tindakan. Pencitraan ini menjadi acuan bagi dokter dalam merencanakan tahapan operasi.

2. Merencanakan tindakan

Berdasarkan hasil pencitraan dan pemeriksaan, dokter menentukan ukuran serta posisi bukaan kapsul lensa, pola pemecahan lensa katarak, dan sayatan kornea yang diperlukan. Rencana tindakan disesuaikan dengan anatomi serta kondisi masing-masing mata.

3. Membuat bukaan pada kapsul lensa

Laser membantu membuat bukaan pada kapsul lensa, yaitu selaput tipis yang membungkus lensa alami. Bukaan ini menjadi akses bagi dokter untuk mengangkat lensa yang mengalami kekeruhan dan memasang lensa buatan.

4. Memecah lensa katarak

Laser dapat digunakan untuk memecah lensa katarak menjadi bagian-bagian yang lebih kecil sehingga memudahkan proses pengangkatan. Setelah tahap tersebut, dokter tetap mengeluarkan material lensa menggunakan teknik yang diperlukan, termasuk phacoemulsification atau fakoemulsifikasi.

Pada kasus tertentu, pemecahan lensa dengan bantuan laser dapat mengurangi kebutuhan energi ultrasonik saat proses pengangkatan. Besarnya manfaat tersebut bergantung pada kondisi mata dan karakteristik katarak.

5. Membantu membuat sayatan kornea

Sistem laser juga dapat digunakan untuk membuat sayatan kornea pada lokasi yang telah direncanakan. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan sayatan tambahan untuk membantu mengoreksi astigmatisme atau mata silinder ringan. Penggunaannya bergantung pada kebutuhan dan hasil pemeriksaan pasien.

Baca Juga :  WhatsApp Umumkan Fitur Komunitas untuk Gabungkan Grup-grup WA

6. Memasang lensa buatan

Setelah lensa yang keruh diangkat, dokter memasang IOL untuk menggantikan fungsi lensa alami. Pemilihan jenis lensa mempertimbangkan kondisi mata, hasil pengukuran, aktivitas, dan kebutuhan penglihatan pasien.

Tidak semua pasien membutuhkan tahapan laser yang sama. Dokter akan menentukan langkah yang paling sesuai berdasarkan hasil pemeriksaan dan rencana operasi.

Salah satu manfaat teknologi CATALYS™ adalah membantu dokter merencanakan dan melaksanakan sejumlah tahapan operasi dengan lebih terukur. Pencitraan struktur mata dapat menjadi acuan dalam menentukan lokasi dan ukuran tindakan, sedangkan laser membantu melakukan tahapan tertentu sesuai rencana.

Pada kasus tertentu, bantuan laser dalam memecah lensa juga dapat mengurangi energi ultrasonik yang dibutuhkan selama pengangkatan lensa katarak.

Meski demikian, operasi katarak dengan bantuan laser tidak selalu menjadi pilihan terbaik bagi setiap pasien. Operasi katarak konvensional menggunakan teknik fakoemulsifikasi juga merupakan prosedur yang telah digunakan secara luas dan memiliki efektivitas yang baik.

Karena itu, pemilihan metode operasi perlu mempertimbangkan kondisi mata, tingkat kekeruhan lensa, penyakit penyerta, kebutuhan penglihatan, serta pertimbangan dokter spesialis mata. Pasien sebaiknya mendiskusikan manfaat, keterbatasan, risiko, dan biaya setiap pilihan sebelum mengambil keputusan.

Operasi katarak merupakan prosedur yang umum dilakukan dalam penanganan gangguan penglihatan akibat kekeruhan lensa. Perkembangan teknologi membantu dokter melakukan tindakan dengan perencanaan yang semakin terukur. Namun, seperti prosedur medis lainnya, operasi katarak tetap memiliki risiko komplikasi.

Risiko yang dapat terjadi antara lain infeksi, peradangan, peningkatan tekanan bola mata, serta gangguan selama atau setelah operasi. Hasil dan proses pemulihan juga dapat berbeda pada setiap pasien, bergantung pada kondisi mata dan kesehatan secara keseluruhan.

Oleh karena itu, pemeriksaan sebelum operasi menjadi bagian penting dalam menentukan metode yang tepat. Dokter akan mengevaluasi kondisi kornea, retina, pupil, serta kesehatan mata secara menyeluruh untuk menilai apakah operasi dengan bantuan laser sesuai bagi pasien.

Pasien juga perlu memahami bahwa penggunaan teknologi laser tidak menjamin hasil penglihatan tertentu ataupun menghilangkan seluruh risiko operasi.

Pemeriksaan mata sebaiknya dilakukan ketika penglihatan mulai berubah atau mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan meliputi penglihatan buram, silau berlebihan saat melihat lampu, warna yang tampak kurang cerah, serta kesulitan membaca atau berkendara.

Baca Juga :  Kenali Bahaya Teknik 'Slipstream' di Jalan Raya

Jika perubahan kacamata tidak lagi membantu memperjelas penglihatan, pemeriksaan oleh dokter spesialis mata juga diperlukan. Hal serupa berlaku bagi orang yang memiliki diabetes, riwayat cedera mata, atau pernah menjalani operasi mata.

Gejala-gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh katarak. Gangguan pada retina, kornea, saraf optik, atau bagian mata lainnya juga dapat memengaruhi penglihatan. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.

Apabila katarak terdiagnosis, dokter akan menjelaskan perkembangan kondisi, pilihan penanganan, serta waktu yang tepat untuk mempertimbangkan operasi.

Sebelum menjalani operasi katarak, pasien perlu mengikuti pemeriksaan mata secara menyeluruh. Pemeriksaan dapat mencakup ketajaman penglihatan, tekanan bola mata, kondisi kornea dan retina, serta pengukuran untuk menentukan kekuatan IOL.

Sampaikan kepada dokter informasi mengenai riwayat penyakit, alergi, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Informasi tersebut penting, terutama bagi pasien dengan diabetes, hipertensi, glaukoma, atau mata kering, karena kondisi penyerta dapat memengaruhi perencanaan tindakan dan pemulihan.

Setelah operasi, penglihatan tidak selalu langsung menjadi jernih. Mata membutuhkan waktu untuk pulih dan beradaptasi. Pasien perlu menggunakan obat tetes sesuai petunjuk dokter, menghadiri jadwal kontrol, serta mengikuti anjuran mengenai aktivitas yang perlu dibatasi selama masa pemulihan.

Segera hubungi dokter apabila mengalami nyeri mata hebat, mata sangat merah, penglihatan menurun secara mendadak, kilatan cahaya, atau muncul bayangan seperti tirai pada penglihatan. Gejala tersebut memerlukan evaluasi segera karena dapat menandakan masalah yang membutuhkan penanganan medis.

Teknologi laser CATALYS™ dapat membantu dokter melakukan sejumlah tahapan operasi katarak melalui pencitraan dan perencanaan tindakan yang terukur. Namun, keberhasilan penanganan tetap dipengaruhi oleh kondisi mata, ketepatan pemilihan metode, pengalaman dokter, serta kepatuhan pasien terhadap perawatan setelah operasi.

Sebelum menentukan pilihan, pasien disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis mata untuk memahami manfaat, risiko, keterbatasan, dan alternatif prosedur yang tersedia.

Sumber : KMN EyeCare.

Dokter peninjau: dr. Joko Satrio, SpM.