BITNews.id – PT Hutama Karya (Persero) menegaskan komitmennya mempercepat transformasi dan penyehatan kinerja perusahaan melalui penguatan tata kelola dan restrukturisasi berkelanjutan dalam rapat koordinasi BUMN Karya yang digelar di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Rapat koordinasi tersebut dipimpin Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, bersama jajaran direksi BUMN Karya. Pertemuan ini membahas langkah strategis untuk membangun sektor konstruksi nasional yang lebih sehat, transparan, dan akuntabel.
Dalam forum tersebut, penguatan tata kelola perusahaan menjadi fokus utama, antara lain melalui perbaikan laporan keuangan yang lebih realistis dan kredibel, peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, serta penguatan prinsip transparansi sebagai bagian dari penerapan Good Corporate Governance (GCG).
Dony Oskaria menegaskan, BP BUMN bersama Danantara terus mendorong peningkatan kinerja keuangan dan tata kelola BUMN Karya sebagai bagian dari restrukturisasi berkelanjutan.
“Transformasi tidak hanya berfokus pada aspek finansial, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola, kepatuhan terhadap regulasi, serta transparansi. Melalui langkah ini, BUMN Karya diharapkan menjadi lebih sehat, kredibel, dan memiliki daya saing yang kuat,” ujar Dony dalam kertrangan tertulisnya.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan kesiapan perusahaan dalam melakukan akselerasi internal guna menjaga keberlanjutan proyek strategis nasional.
“Hutama Karya menyambut baik langkah restrukturisasi ini sebagai momentum untuk memperkuat kesehatan finansial perusahaan. Kami berkomitmen menjalankan transformasi dengan prinsip kehati-hatian dan transparansi,” kata Hamdani.
Ia menambahkan, upaya restrukturisasi dilakukan secara terarah dan terukur untuk memastikan proyek-proyek strategis nasional tetap berjalan serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Dengan pengawalan dari BP BUMN dan Danantara, Hutama Karya diharapkan mampu meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur nasional yang berkualitas serta berdampak pada kesejahteraan masyarakat. (*)
