Unit Stroke RSUD Raden Mattaher Sangat Dibutuhkan, Kapasitas Akan Ditambah

BITNews.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi membangun unit stroke karena sudah penting dan sesuai kebutuhan.

Ini disebabkan kasus penyakit stroke di Jambi yang tinggi dan ditambah lagi belum tersedianya unit stroke di Jambi.

Unit stroke ini sendiri baru diresmikan pada 1 November lalu oleh Gubernur Jambi, Al Haris.

Wakil Direktur Pelayanan, RSUD Raden Mattaher Jambi, Dewi Lestari mengatakan, unit stroke yang ada di Jambi ini mampu menampung 6 pasien.

Jika digabungkan dengan bangsal syaraf, dirinya menyatakan total tempat tidur untuk penanganan stroke ada 16 tempat tidur.

Baca Juga :  Sharp Jambi Bagi-bagi Emas untuk Konsumen Setia

“Unit stroke yang baru, diresmikan pada 1 November lalu itu ada 6 tempat tidur. Kemudian jika itu ditotalkan dengan yang ada di bangsal syaraf, maka ada 16 tempat tidur,” ungkap Dewi, Selasa (16/11/2021).

Dirinya mengakui, jumlah tempat tidur untuk penyakit stroke ini masih kurang.

Hal ini juga dibuktikan dengan jumlah kasus penyakit stroke yang ditangani oleh RSUD Raden Mattaher beberapa tahun terakhir ini.

“Untuk rawat jalan saja pada 2018 ada 764 pasien, 2019 ada 367 pasien, 2020 ada 151 pasien, dan 2021 hingga pada Oktober ini ada 134 pasien,” paparnya.

Baca Juga :  Bangun Ruang Hijau Tempat Tinggal SAD, Jasa Raharja Cabang Jambi Tanam Bibit Agroforest

Kemudian, Dewi juga menyampaikan jumlah pasien rawat inap di 2018 ada sebanyak 140 pasien, 2019 ada 110 pasien, 2020 ada 92 pasien, dan 2021 per Oktober ada 74 pasien.

Dari data tersebut, dikatakannya memang terjadi penurunan pasien stroke.

Tapi bukan karena kasus menurun, melainkan memang dipengaruhi oleh efek pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi turunnya pasien stroke di rumah sakit kami. Jelas, ketersediaan tempat tidur difokuskan untuk pelayanan penanganan Covid-19 waktu awal-awal pandemi,” jelasnya.

Baca Juga :  Danrem 042/Gapu Tinjau Lahan Ketahanan Pangan Terpadu di Wilayah Kabupaten Tebo

Selanjutnya ia mengatakan, banyak pula pasien non-Covid-19 yang takut ke rumah sakit. Satu di antaranya adalah pasien penyakit stroke.

Melihat data tersebut, kata Dewi unit stroke di Jambi memang benar sangat dibutuhkan.

Pasalnya saat ini baru RSUD Raden Mattaher yang baru memiliki unit stroke dalam penanganan pasien stroke yang berat di Jambi.

“Sangat diperlukan sekali unit stroke ini. Terlebih rumah sakit kami merupakan rumah sakit rujukan. Dari dua tahun program pembuatan unit stroke ini, baru tahun ini bisa dibangun,” katanya. (den)