Warga Tanjab Barat Usulkan Program SANDES dan Normalisasi Sungai ke Tim Rumah Aspirasi H Bakri

BITNews.id – Setelah bertemu dengan penerima Program BSPS atau Bedah rumah di Kelurahan Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir. Tim Rumah Aspirasi H Bakri kembali mengunjungi penerima manfaat program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kelurahan Kampung Nelayan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Selasa (30/11) sore.

Program Kotaku di Kampung Nelayan berupa pembangunan jalan rigit beton sepanjang 1,8 km dengan anggaran sekitar 1 Milyar.

Baca Juga :  Kemas Alfansuri Sambut Baik Program Repnas Ruang Biru Ceria di Alam Barajo

Tim Rumah Aspirasi yang dikomandoi Faisal mengatakan pertemuan ini sekaligus bersilaturahmi dengan penerima manfaat program Kotaku, ada beberapa masukan yang disampaikan masyarakat kampung nelayan.

“Ada beberapa masukan atau usulan dari Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang disampaikan kepada kami. Mereka meminta program SANDES, karena masih banyak warga yang belum punya Mandi, Cuci, Kakus (MCK),” terang Faisal.

Selain itu, warga juga meminta untuk bertemu Anggota Komisi V DPR RI H Bakri.

Baca Juga :  Cak Imin Didesak Ganti Ketua DPW PKB yang Jadi Napi Korupsi

“Warga juga meminta ingin bertemu langsung pak H Bakri. Insyaallah akan kami sampaikan kepada beliau,” ujar Faisal.

Ketua BKM Abu Bakar mengatakan sangat berterimakasih atas kunjungan Tim Rumah Aspirasi di Kecamatan Tungkal Ilir.

“Kami sangat berterimakasih atas kunjungan Tim Rumah Aspirasi H Bakri ke Kecamatan Tungkal Ilir ini. Dengan datang langsung ketempat kami memudahkan kami untuk memberikan usulan terkait apa saja yang masih dibutuhkan di daerah kami,” terang Abu Bakar.

Baca Juga :  Berjalan Lancar, Anggota DPRD Tanjabtim Beri Apresiasi Penyelenggara Pemilu 2024

Lanjut Abu Bakar, selain meminta ingin bertemu langsung dengan pak H Bakri. Kami juga mengusulkan beberapa program untuk dibangun didaerah kami.

“Kami mengusulkan kepada Tim Rumah Aspirasi H Bakri seperti program SANDES, kemudian normalisasi sungai di Kelurahan Patunas agar air tidak tergenang. Dimana di Kelurahan Patunas juga banyak terjangkit penyakit malaria yang timbul akibat genangan air,” pungkas Abu Bakar. (win)