Menuju Polri yang Presisi, Polda Jambi melalui Program Polisi Belajar Akan Terus Tingkatkan Kompetensi

BITNews.id – Program Polri Belajar merupakan program yang dapat menjadi sarana mentorship untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas anggota polisi menuju Polri yang Presisi.

Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jambi Dalam program mentorship ini, selalu ditekankan pentingnya legitimasi polisi dalam persepsi masyarakat.

Legitimasi yang di maksud dapat ditingkatkan melalui transformasi organisasi, salah satunya dalam komunikasi sosial anggota polisi.

Komunikasi sosial yang lebih mendengarkan masyarakat dan cara penyampaian yang mudah dipahami perlu dijalankan oleh setiap anggota polisi.oleh karenanya anggota polisi harus membuka ruang untuk diskusi dengan masyarakat sehingga intervensi yang diberikan dapat sinergis dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Polisi Berhasil Amankan 3,5Kg Narkoba Siap Edar

Karo SDM Polda Jambi, Kombes Pol Anton Sujarwo mengungkapkan
Polda Jambi melalui Program Polisi belajar, akan terus meningkatkan kompetensi dengan saling berbagi pengetahuan agar setiap personilnya lebih maksimal dalam melayani masyarakat.

“Seminggu 2 kali, sejumlah petugas kepolisian diwajibkan mengikuti proses pembelajaran yang disampaikan oleh perwira atau atasan yang tentunya memiliki kompetensi pengetahuan yang lebih,” terang Karo SDM Polda Jambi didampingi Kabag Binkar, AKBP Ardiyanto saat dikonfirmasi, Senin (14/3).

Baca Juga :  Sumardi Dorong Evaluasi Program Prioritas Pemerintah Provinsi Bengkulu

Ditambahkan Anton, Sesi pembelajaran yang dilaksanakan tidak memakan waktu yang lama, cukup hanya 30 menit s/d 1 Jam sebelum melaksanakan tugas harian yang melibatkan proses tanya jawab untuk mendalami materi yang di bagikan.

Salah satu bentuk Implementasi dari Polri Belajar yang ada di Polda Jambi adalah :

  1. Upaya Polri dalam memelihara situasi Kamtibmas.
  2. Upaya pencegahan potensi konflik sosial.
  3. Pemberantasan Illegal Things (Loging, Driling, Fishing, dan Mining)
  4. Upaya Polri agar mendapat kepercayaan dari masyarakat.
  5. Profesionalitas Pers Polri dalam melaksanakan tugas.
  6. Kejahatan dimensi baru di era 4.0 ttg Media sosial.
  7. Medsos mempengaruhi konflik antar warga, antar warga dan pemerintah.
  8. Munculnya kejahatan dengan menggunakan alat digital.
Baca Juga :  Pertajam Sinergitas, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Bersama Instansi Terkait Lakukan Kegiatan GERMAS di Perbatasan

“Dengan Program Polisi Belajar tersebut, diharapkan kompetensi anggota kepolisian khususnya Polda Jambi menjadi meningkat, sehingga mampu memberikan solusi yang tepat bagi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat,” ujar Alumni Akpol 1998 ini. (Hn)