Budaya Literasi Mahasiswa Tak Lagi Sama

Oleh Fransisko Chaniago, S.Sos., M.Pd

Modernisasi merupakan suatu fenomena yang tidak dapat dihindari oleh mahasiswa. Ditopangi dengan kemajuan teknologi tentunya akan memberikan pengaruh yang sangat luas baik itu positif maupun negatif terhadap perubahan yang terjadi dalam semua cakupan di kalangan mahasiswa.

Salah satu dampak dari kehadiran modernisasi di kalangan mahasiswa yaitu, terjadinya perubahan gaya hidup yang merasuki mahasiswa saat ini. Pengaruh modernisasi ini telah membuat mahasiswa khususnya kehilangan kepribadian diri sebagai anak bangsa, dapat kita perhatikan di zaman sekarang banyak sekali yang mengikuti budaya barat dalam menjalani kesehariannya.

Selain daripada itu, dampak dari modernisasi dapat kita lihat hilangnya budaya literasi dikarenakan aktifitas-aktifitas yang mengkesampingkan dunia akademis. Dimana mahasiswa saat ini mengabaikan perannya sebagai pelajar dan cendrung kurang perduli dengan perkuliahannya.

Tentunya itu semua disebabkan oleh era milenial semua dibebaskan, sehingga membuat mahasiswa keluar dari koridornya yang berstatuskan sebagai pelajar.

Baca Juga :  Siklus Destruktif: Narkoba, Seks Bebas, dan Kualitas Pemimpin Mantan Pecandu Narkoba

Berstatuskan sebagai pelajar tentu memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menuntut ilmu. Akhir-akhir ini masih banyak ditemukan kurangnya minat mahasiswa dalam menghidupkan kembali budaya literasi yang seharusnya sudah menjadi kebutuhan dan tuntutan untuk selalu berkutat dengan buku agar menambah khazanah keilmuannya.

Kalimat yang menyatakan “buku adalah jendela dunia” seolah-olah termentahkan dikalangan mahasiswa. Mahasiswa saat ini lebih menyibukkan dirinya dengan bermalas-malasan dan mengabaikan tugasnya sebagai pelajar.

Perlu diketahui bahwa membaca itu seperti diibaratkan nyawa yang tidak dapat dipisahkan dengan raga.

Mengapa demikian?

karena membaca sangat penting bagi kalangan mahasiswa untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan mencerdaskan agar terhindar dari status kebodohan.

Fenomena mengenai lemahnya budaya literasi di kalangan mahasiswa saat ini sudah membumi. Ironisnya, tekhnologi yang pada umumnya berfungsi sebagai pendukung dalam pembelajaran, sering disalahgunakan tanpa disadari bahwa Gadget yang digunakan itu Smart Phone apakah kita smart dalam menggunakannya?

Baca Juga :  Mari Rapatkan Barisan

Hal tersebut dapat dirasakan ketika mahasiswa melakukan diskusi atau diberikan tugas kuliah, hampir rata-rata jawaban tersebut diakses melalui internet tanpa adanya pengembangan dari pemikirannya sendiri.

Yang lebih parahnya lagi, jawaban yang dikirim oleh mahasiswa tidak memiliki kesesuaian dengan pertanyaan atau soal yang diberikan.

Teringat dengan kalimat “Belajar tanpa guru bak seperti membawa pelita tanpa minyak” belajar dengan sendiri maka akan tersesat, oleh sebab itu perlu adanya guru atau teman yang dianggap mampu mengarahkan atau membimbing.

Mengabaikan budaya membaca tentunya akan merugikan diri sendiri. Sebagai seorang mahasiswa dituntut untuk berbicara dengan menggunakan data, seperti membuat karya ilmiah, tanpa data maka bukan disebut sebagai karya ilmiah begitu juga mahasiswa, jika tidak bisa menjawab pertanyaan dari orang lain maka diragukan statusnya sebagai mahasiswa tentunya akan dipermalukan.

Mempertanggungjawabkan status sebagai mahasiswa tentu sangat berat, kata mahasiswa bisa saja diartikan sebagai orang yang menempuh pendidikan paling tinggi yang keilmuannya melebihi pendidikan dibawahnya.

Baca Juga :  Film Ranah 3 Warna, Makna Sabar dan Bersyukur

Coba bayangkan orang-orang yang lebih dulu menempuh dunia pendidikan, begitu bertanggung jawabnya mereka dengan keterbatasan yang hanya bermodalkan pelita tanpa adanya dukungan teknologi berjuang dan berusaha demi menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai mahasiswa yang menuntut ilmu pengetahuan.

Sangat jauh berbeda dengan mahasiswa saat ini, dilengkapi fasilitas yang memadai dan didukung dengan teknologi yang multi fungsi untuk menemukan referensi atau bahan-bahan bacaan yang dilengkapi sesuai dengan kebutuhan.

Hal demikian seharunya menjadi motivasi bagi mahasiswa, kenapa demikian? Karena seharusnya mahasiswa saat ini lebih cerdas dibandingkan dengan orang-orang terdahulu dengan fasilitas belajar yang seadanya.

Dengan adanya dukungan dari teknologi tentunya dapat memudahkan mahasiswa untuk menemukan informasi dan menjadikan teknologi sebagai wadah dalam mengembangkan kemampuannya sebagai mahasiswa.

Penulis Adalah Akademisi UIN STS JAMBI