Demi Bangun Masjid, Warga Merangin Ramai-Ramai Panen Durian

JAMBI, BITNews.id – Demi membangun sebuah masjid, warga di Kabupaten Merangin ini ramai-ramai panen Durian di kebun mereka. Buah durian tersebut diserahkan ke panitia pembangunan masjid. Hasil penjualan buah durian inilah yang nantinya digunakan untuk pembangunan.

Kejadian ini terjadi di Desa Muaro Panco barat dan Desa Muaro Panco Timur, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Ribuan masyarakat dari dua desa tersebut memberikan hasil panen durian kepengurus masjidagung Baitussalam, Muaro Panco.

Baca Juga :  Jasa Raharja Jambi Sampaikan Santunan Meninggal Dunia Korban Kecelakaan di Desa Tanjungkatung

Ketua pembangunan masjid, Khalil Husaini saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya sangat bersyukur masyarakat sudah melakukan gerakan Infaq durian dalam pembangunan masjid. Kegiatan ini hanya ada saat musim durian.

“Jadi hasil panen durian masyarakat khususnya Desa Muaro Panco Barat dan Desa Muaro Panco Timur dikumpulkan depan masjid dan hasil uang penjualan durian untuk melanjutkan pembangunan masjid,” ujarnya, Selasa (13/9/2022).

Terpisah, Kepala Desa Muaro Panco Barat, Halib Mawardi saat dikonfirmasi mengatakan, infaq durian merupakan rasa persatuan masyarakat Muara Panco saat musim durian.

Baca Juga :  Kerap Terjadi Kecelakan Polres Muaro Jambi Imbau Pengendara untuk Tidak Menyalip dari Kiri

“Durian dari hasil kebun petani yang di serahkan masyarakat kepada panitia masjid dan hasil dari penjualan buah durian diserahkan kepada panitia pembangunan masjid untuk melanjutkan pembangunan masjid agung Baitussalam Desa Muaro Panco,” jelasnya.

Halip juga menyebutkan, rasa syukur dan menjadi wakaf jariah bagi orang-orang tua yang sudah meninggal dan diwakafkan ke masjid supaya mengalir terus pahalanya.

Baca Juga :  Korem 042/Gapu Bersama IKA SMAN 3 Jambi Peduli Vaksinasi

“Kalau untuk perhatian pemerintah dalam pembangunan masjid sudah ada, mengingat pembangunan yang butuh dana cukup banyak akhirnya masyarakat mencari solusi dana dan salah satunya mengumpul buah durian setiap kali musim durian,” tuturnya.

Halip juga mengatakan, durian yang dikumpulkan dari masayarakat mencapai ribuan dan dijual kepada para tauke durian dengan harga Rp 8.200 per buahnya.

“Kalau hasil penjualan mencapai jutaan juga dan uangnya untuk membeli bahan bangunan masjid,” katanya. (Nst)