Ratusan Keramba Hanyut, Petani Alami Kerugian hingga Rp2 M

BATANGHARI, BITNews.id – Ratusan keramba warga masyarakat di Desa Aro Kabupaten Batanghari Provinsi, Provinsi Jambi hanyut dihantam arus Sungai Batanghari pada Rabu malam, 25 januari 2023.

Menurut informasi dari salah satu warga setempat yang juga pemilik keramba yang hanyut, Muhammad, kejadian itu sekitar pukul 24:00 WIB. Tali yang menginkat keramba terputus akibat tidak sanggup menahan derasnya arus sungai.

Baca Juga :  IM Karzalo, Tokoh Pemuda yang Siap Memajukan Kabupaten Kerinci

“Ya benar, sekitar pukul 24:00 WIB saat kami akan memanen ikan, tiba-tiba terdengar suara dari tali sling (pengikat keramba) dan seketika tali tersebut langsung putus,” ujarnya, Kamis (26/1/2023).

Sekitar hampir 200 keramba itu milik empat kelompok tani yang beranggotakan puluhan orang. 70% dari keramba tersebut sudah memasuki masa panen.

“Ada sekitar hampir 200 keramba lah yang hanyut, 70 persennya berisi ikan nila yang sudah siap untuk dipanen, selebihnya berisi ikan ikan yang baru berumur 1 sampai 2 bulan dan ada juga benih ikan yang baru masuk,” jelas Muhammad.

Baca Juga :  Fadhil Arief Tegaskan Fokus Pembangunan Ekonomi di Batanghari

Harapan untuk mendapat hasil panen yang layak harus pupus seketika itu juga. Saat mereka temukan, keramba keramba tersebut sudah porak poranda di sekitar Desa Rantaupuri-Tebingtinggi, sehingga semua ikan yang ada keluar, bahkan ikan yang akan dipanen pun tidak tersisa.

Kerugian yang dialami oleh seluruh petani ikan keramba apung yang mengalami peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp2 Miliar.

Baca Juga :  Kepala Cabang Jasa Raharja Jambi Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2025

“Kepada bapak angkat selaku mitra pemberi modal Bank BNI, Bank BRI dan juga Bank 9 Jambi, kiranya dapat memberikan kemudahan dan kelonggaraan dalam melakukan pembayaran cicilan pada masing-masing pihak bank yang dimaksud,” harap Muhammad. (Wjs)