Ketua Komisi IV DPRD Minta Pemprov Bengkulu Mengevaluasi Pelayanan di RSMY

BENGKULU,BITNews.id – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Saksi, S.IP, MM meminta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk bisa mengevaluasi layanan yang ada di Rumah Sakit Daerah M. Yunus (RSMY) Bengkulu. Hal ini mengingat jika pihaknya telah menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait pelayanan rumah sakit tersebut.

“Saya sampaikan keluhan masyarakat kepada pak gubernur terkait pelayanan rumah sakit umum daerah M. Yunus ini. Saya kasih contoh kasus kemarin ada dua orang warga Kabupaten Kepahiang itu kecelakaan kejadian pada malam Minggu dan itu sudah dirujukan ke RSMY melaui sistem Sisrud malam Minggu tersebut, namun di sistem baru dibuka jam 09.15 WIB hari Senin. Hal ini sangat disayangkan,” tutur Edwar saat rapat paripurna pendapat akhir fraksi terhadap Raperda Pajak dan Retribusi Daerah, Rabu (32/5) lalu.

Baca Juga :  Bupati MFA Hadiri Panen Raya Padi Di Desa Pasar Terusan

Terkait persoalan ini, Edwar menyebut jika dirinya telah menghubungi secara langsung direktur RSMY, namun masih ada kesibukan.

“Saya telepon bu direktur tapi beliau masih rapat, lalu saya hubungi wakil diretur bagian pelayanan dan saya sampaikan keluhan tersebut, malahan bukan saya mendapat jawaban yang memuaskan justru menjawab dengan emosional dia menyampaikan secara garis besar bahwa kita hanya punya ruang ICU sebanyak 7 ruangan dan bagaimana mungkin kita bisa melayani sedangkan kita punya 10 kabupaten/kota,’ jelasnya.

Rumah Sakit Daerah M. Yunus (RSMY) Bengkulu (Dok. Pitra)

“Jadi maksud kami hal seperti ini perlu betul-betul dievaluasi oleh gubernur,” sampai Edwar Ia meminta pelayanan yang ada benar-benar dievaluasi, karena kejadian permasalahan layanan RSMY bukan hanya sekali.
“Kalau seperti yang ada kami kecewa betul jika pelayanan rumah sakit tidak seperti yang kita harapkan. Padahal kita di tahun ini juga akan dibuka pelayanan jantung, sementara penyakit yang ada saja tidak bisa kita akomodir apalagi membuka pelayanan lainnya,” imbuh Edwar.

Baca Juga :  Jro Master Made Bayu Gendeng, Ahli Supranatural Asal Bali Hadir di Jambi

Selain itu, dalam optimalisasi layanan RSMY sendiri sebelumnya telah dialokasikan sekitar Rp 100 miliar pelayanan BLUD Rumah Sakit Umum M. Yunus Bengkulu. Dengan anggaran tersebut ia menyebut tidk mungkin tidak ada perubahan pelayanan RSMY lebih baik lagi. Apalagi keberadaan RSMY sudah terakreditasi A atau paripurna yang menandakan jika pelayanan sudah sangat baik.

“Perlu diperhatikan, kita mengalokasikan sekitar 100 miliar rupiah pada tahun 2023 untuk pelayanan BLUD Rumah Sakit Umum M. Yunus, dan hampir setiap kesempatan kita ketahui kalau Rumah Sakit kita ini sudah teakreditasi tipe A atau paripurna yang berarti sudah bisa mengakomodir semua penyakit, namun nyatanya hingga saat ini masih ada keluhan pelayanan dari masyarakat,” sampainya.

Baca Juga :  Tim Subdit III Jatanras Polda Sumut Berhasil Tangkap Enam Pelaku Judi Togel

Edwar berharap persoalan dan permasalahan yang terjadi dapat dievaluasi oleh gubernur sehingga pelayanan rumah sakit yng ada di Bengkulu benar-benar optimal dan mengakomodir semua kebutuhan masyarakat.

“Mudah-mudahan masalah ini menjadi perhatian khusus, dan masalah pelayanan rumah sakit menyangkut pelayanan dasar yang menjadi perhatian bersama. Mungkin permintaan kami sedikit agak keras, tapi memang terpaksa harus kami sampaikan karena yang lebih keras lagi ketika masyarakat meminta bantuan kepada kami di lapangan,” tutupnya. (Adv)