Kuliah Sambil Mondok, Kejar Akhirat Dunia Kau Dapat

Oleh : Nusaibah Samiyah Iroyna

Dunia kuliah atau biasa disebut dengan perguruan tinggi adalah jenjang lanjutan dari pendidikan SMA/SMK. Kuliah merupakan tahapan dimana seseorang akan mendapatkan suatu spesialis atau keahlian dibidang tertentu sesuai dengan pilihannya.

Seseorang yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi biasa disebut mahasiswa/i. Tidak sedikit seorang mahasiswa hidup jauh dari keluarga atau biasa disebut dengan rantau.

Beberapa dari mereka memilih kos-kosan atau kontrakan sebagai tempat tinggal. Ada juga beberapa mahasiswa yang memilih tinggal di Pondok Pesantren. Kehidupan di kos-kosan atau kontrakan berbanding terbalik dengan kehidupan di Pondok Pesantren.

Baca Juga :  Pantun dan Seloko

Di kos-kosan atau kontrakan mereka dapat melakukan kegiatan sehari-hari mereka tanpa ada aturan yang mengikat. Berbeda dengan kehidupan di Pondok Pesantren yang memiliki kegiatan sehari-hari serta beberapa aturan yang wajib dilaksanakan oleh santri-santri nya.

Banyak orang beranggapan bahwa sulit untuk membagi waktu antara kuliah dan mondok. Sulit juga untuk bertingkah laku bebas karena adanya peraturan yang mengikat.

Menjadi seorang santri sekaligus mahasiswa merupakan hal yang luar biasa bagi saya, karena tidak mudah untuk beradaptasi dalam dua lingkungan yang berbeda apalagi bagi mahasiswa yang belum pernah tinggal dilingkungan pondok.

Mereka akan lebih sulit untuk beradaptasi dan membagi waktu. Ada juga beberapa pesantren yang hanya menerima seorang mahasiswa/i saja yang biasa disebut PesMa atau pesantren mahasiswa. Jadi kegiatannya bisa menyesuaikan dengan jadwal kuliah santrinya.

Baca Juga :  Jambi Didalam Sorotan Nasional dan Internasional

Dengan padatnya jadwal kuliah dan mondok para mahasiswa dapat belajar bagaimana cara membagi waktu dengan baik. Bagaimana mereka bisa menyeimbangkan antara waktu mengejar dunia dan waktu mengejar akhirat.

Menjadi seorang mahasiswa sekaligus seorang santri merupakan dua tanggung jawab yang tidak mudah untuk dilakukan. Keduanya merupakan hal yang sama-sama penting jadi kita sebagai seorang mahasiswa sekaligus santri harus seimbang dalam melaksanakan keduanya. Jangan sampai kita meghabiskan waktu untuk kuliah saja sehingga tidak memiliki waktu untuk melakukan aktivitas dalam pondok.

Baca Juga :  Meningkatkan Kualitas Layanan Sosial di Provinsi Jambi

Pilihan antara hidup sukses atau gagal di akhirat, tergantung pada kepandaian kita dalam memilih jalan hidup si dunia. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa akhirat jauh lebih penting daripada dunia dan barangsiapa yang kehidupan akhirat menjadi tujuan utamanya, niscaya Allah akan menghimpun semua urusan untuknya serta datanglah dunia kepadanya dengan hina.

Maka dari itu lakukanlah semua dengan ikhlas dan sabar serta bersykurlah kita sebagai mahasiswa yang sekaligus bisa menjadi seorang santri karena tidak semua orang mampu untuk dapat menjalankan keduanya.

Penulis adalah Mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya