Edwar Samsi Prihatin dengan Rencana Penghapusan Tenaga Honorer di Bengkulu

BENGKULU, BITNews.id – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi menanngapi rencana penghapusan tenaga honorer oleh pemerintah daerah yang dinilainya akan berdampak pada peningkatan angka pengangguran di Bengkulu.

Menurut Edwar Samsi, situasi pengangguran di Bengkulu yang saat ini masih tinggi tidak seharusnya ditambah dengan adanya wacana pemutusan tenaga honorer. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap peningkatan angka pengangguran di daerah tersebut.

Baca Juga :  Konsultasi ke Kementrian ATR/BPN, Pansus III DPRD Provinsi Jambi Bahas Ranperda RTRW

“Apalagi sekarang angka pengangguran meningkat, dan jika pemerintah daerah tidak mempekerjakan tenaga honorer lagi, maka situasi ini akan semakin memburuk,” ujar Edwar saat dikonfirmasi., Sabtu (12/07/2023).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai ketenagakerjaan di Provinsi Bengkulu, pada bulan Agustus 2022 terdapat sekitar 1.541.550 penduduk usia kerja di daerah tersebut.

Baca Juga :  Jalan Impian Warga Kaur Segera Terwujud: Dinas PUPR Prioritaskan Pembangunan di Empat Desa

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada bulan Agustus 2022 mencapai 3,59 persen. Data BPS juga menunjukkan bahwa mayoritas penduduk yang bekerja memiliki pendidikan hingga tingkat pendidikan dasar (SD ke bawah) sebesar 38,38 persen, sementara penduduk dengan tingkat pendidikan diploma I/II/III dan universitas hanya sebesar 2,17 persen.

Edwar Samsi mengingatkan bahwa kebijakan penghapusan tenaga honorer perlu dipertimbangkan dengan cermat untuk meminimalisir dampak negatif pada tingkat pengangguran di Bengkulu.

Baca Juga :  Pelindo Jambi Jadikan Keselamatan Kerja Fondasi Transformasi Pelabuhan

“Saya berharap pemerintah daerah dapat mencari solusi yang terbaik agar tidak terjadi peningkatan angka pengangguran di daerah tersebut,” pungkasnya. (Adv)