MUKOMUKO, BITNews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko menggelar acara Sosialisasi tentang Pokja (Kelompok Kerja) dan upaya mewujudkan status Desa tangguh bencana. Acara ini digelar di Gedung Serbaguna Desa Rawa Mulya, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, pada Senin (28/08/2023).
Kegiatan tersebut melibatkan sebagai narasumber yakini, Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Dinas BPBD, serta tim fasilitator. Acara ini dihadiri oleh pejabat seperti Sekretaris Daerah, Asisten Satu, Camat, Kepala Desa (Kades), dan anggota Pokja Desa Rawa Mulya.
“Kami datang ke Desa Rawa Mulya sejak tahun 1990, dan sampai saat ini desa kami masih mengalami dampak banjir. Kami berterima kasih kepada Pemkab Mukomuko karena awalnya desa kami menjadi Desa Siaga Bencana, dan sekarang bertransformasi menjadi Desa Tangguh Bencana. Kami berharap peserta dapat memahami sosialisasi yang disampaikan oleh pemerintah daerah tentang cara mengatasi bencana banjir dan lainnya di Desa Rawa Mulya,” kata Kepala Desa Nodo dalam sambutannya.
Sementara itu, Bupati Mukomuko, H. Sapuan SE, MM, AK, CA, CPI, CPA, melalui Sekretaris Daerah Drs. Abdianto, dalam acara tersebut, menyatakan pentingnya diskusi bersama tentang cara mencegah dan bersiap menghadapi banjir.

“Meskipun kita mungkin tidak dapat sepenuhnya menghindari banjir, minimal kita dapat mengurangi dampaknya. Kewenangan mengenai bencana ini ada pada daerah dan juga Pemerintahan Desa. Dengan Desa Tangguh Bencana, kita dapat mengantisipasi banjir dengan lebih baik, termasuk menjaga barang berharga dari terendam banjir,” tutur Bupati.
Kepala Dinas BPBD Kabupaten Mukomuko, Ruri Irwandi, menyatakan bahwa pelatihan dan sosialisasi ini penting agar masyarakat mengetahui potensi bencana, terutama di Desa Rawa Mulya. Tujuan dari adaptasi dan pemahaman potensi ini adalah mewujudkan Desa Tangguh Bencana, yang nantinya akan menghasilkan rencana penanganan risiko bencana dan relawan.
“Kita perlu memahami potensi ancaman, sehingga kita dapat menganalisis solusi yang tepat setelah mengidentifikasi potensi bencana,” kata Ruri (Sutrimo/Adv).
