Danrem 081/DSJ : Penari yang Baik Adalah Penari yang Tahu Irama Genderang

MADIUN,BITNews.id – Siang ini, cuaca di Kota Madiun terik sekali. Saking teriknya, panas sinar matahari terasa hingga menembus kulit.

Meski begitu, hal itu tak menyurutkan langkah pria yang satu ini untuk terus bekerja guna meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan masyarakat di sekelilingnya.

Sosok itu adalah Danrem 081/DSJ, Kolonel Inf H. Sugiyono, seorang perwira menengah TNI AD yang pernah mendapatkan penghargaan PIN Emas dari Presiden Jokowi atas prestasinya sebagai Dandim Terbaik dalam mendukung pemerintah di bidang ketahanan pangan.

Baca Juga :  Unggul 10.283 Suara, Pemuda Desa Bersama Abdullah Sani Optimis Haris - Sani Memenangi PSU 88 TPS

Dengan masih menggunakan pakaian dinasnya, tak menyurutkan langkahnya walaupun harus berkubang dengan lumpur dan membuat baju dinas kebanggaannya menjadi kotor.

Meski bersama anggotanya, ia tak mau hanya sekedar berpangku tangan dalam mengolah lahan pertanian yang digalakkannya di Asrama Bosbow, Kota Madiun. Lahan pertanian seluas 1.400 meter persegi itu nantinya akan ditanami dengan cabai.

“Siang ini kami menggarap lahan yang ada di Bosbow, lahan pertanian milik kami Korem 081/DSJ. Lahan ini rencananya akan kami tanami cabai sebanyak 3.500 bibit,” katanya di lokasi, Rabu (15/5/2024).

Baca Juga :  Sambangi Dua Distributor, Satgas Pangan Polda Jambi Pastikan Stok Bawang Merah Cukup Selama Ramadhan

Danrem menyebut, dipilihnya budidaya cabai bukannya tanpa alasan. Karena ia melihat, dihadapkan dengan datangnya musim kemarau, harga cabai ke depannya akan mahal dan memberatkan bagi anggotanya maupun masyarakat.

“Kenapa kita tanam cabai? Karena sekarang memasuki musim kemarau, tentunya harga cabai akan mahal. Penari yang baik adalah penari yang tahu irama genderang, maksudnya kita harus peka terhadap kondisi pasar ke depan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dansat Brimob Polda Jambi Turun Langsung Urai Kemacetan Lalu Lintas dan Perintahkan Buka Mako untuk Lintasan Jalan

Terkait hasilnya nanti, Pamen TNI AD itu menegaskan untuk membantu kebutuhan anggota dan masyarakat sekitar, mengingat cabai merupakan salah satu bumbu pokok yang digunakan untuk memasak.

Lebih dari itu, budidaya cabai yang dilakukan juga merupakan salah satu upaya satuannya di bidang ketahanan pangan guna mengantisiapasi ancaman krisis pangan.

“Pekerjaan ini kami lakukan guna ikut berpartisipasi aktif dalam rangka gerakan antisipasi darurat pangan dihadapkan dengan kemarau panjang nantinya,” pungkasnya. (Penrem 081/DSJ)