Pelestarian Tradisi Islam, Mahasiswa UIN STS Posko 67 dan 68 Gelar Pawai Obor Perayaan Tahun Baru Islam 1446 H

JAMBI,BITNews.id – Mahasiswa Kukerta Posko 68 UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi turut berpartisipasi dalam kegiatan perayaan tahun baru Islam 1446 Hijriah di Dusun Eka Jaya, Kelurahan Rantau Indah, Kecamatan Tanjung Jabung Timur.

Kehadiran mereka memberikan semangat dan dukungan moral bagi masyarakat setempat, yang sangat mengapresiasi kontribusi dari para mahasiswa tersebut.

Partisipasi aktif mahasiswa Kukerta Posko 68 ini menunjukkan kepedulian mereka terhadap pelestarian tradisi dan budaya Islam di Dusun Eka Jaya, serta mempererat hubungan antara UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan masyarakat setempat.

Perayaan tahun baru Hijriah di Dusun Eka Jaya dimulai selepas Magrib dengan pembacaan Barzanji yang diiringi oleh Grup Kompangan Misbahul Qolbi di Masjid Da’watul Muttaqin.
Setelah pembacaan Barzanji, warga Dusun Eka Jaya melaksanakan makan bersama, dilanjutkan dengan salat Isya berjemaah, dan kemudian menggelar pawai obor.

Tokoh agama setempat, Samsul Hadi yang akrab disapa Pak Cik, mengatakan bahwa, perayaan tahun baru Hijriah merupakan tradisi tahunan yang selalu dinantikan oleh warga Dusun Eka Jaya.

Baca Juga :  Braak! Kecelakaan Adu Kambing, Dua Mobil Rusak Parah

Perayaan ini dimulai dengan salat Magrib berjemaah yang diikuti oleh seluruh warga, menciptakan suasana kekeluargaan dan kebersamaan yang erat.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan Barzanji, yang diiringi oleh Grup Kompangan Misbahul Qolbi. Pembacaan Barzanji ini menjadi momen spiritual dan sarana melestarikan tradisi keagamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Puncak perayaan adalah pawai obor yang selalu dinantikan oleh semua peserta. Dahulu, kegiatan ini disebut “Puter Gelang” dan dilakukan dengan membaca doa-doa sambil mengelilingi kampung,” jelasnya.

Saat ini, perayaan tahun baru Islam di Dusun Eka Jaya memiliki nuansa berbeda, di mana warga mengelilingi kampung dengan membawa obor dan melantunkan sholawat, berharap dusun mereka terhindar dari mara bahaya dan menjadi dusun yang Baldatun Toyyibatun.

Pawai obor ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga orang tua, yang dengan penuh semangat membawa obor dan berjalan mengelilingi dusun.

Pawai ini tidak hanya menjadi simbol penerangan dalam kegelapan, tetapi juga mencerminkan harapan dan doa untuk tahun yang baru.

Baca Juga :  Ariansyah Tutup RRI Fest 2025, Tekankan Transformasi Digital untuk Masa Depan RRI

Pak Cik menekankan bahwa melalui perayaan ini, warga Dusun Eka Jaya tidak hanya merayakan pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan nilai-nilai keagamaan di dusun mereka.

“Perayaan tahun baru Hijriah diharapkan menumbuhkan semangat baru dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama dalam melaksanakan perintah Allah, agar dusun tetap dalam perlindungan-Nya,” jelasnya.

Selajutnya, Ketua Karang Taruna Dusun Eka Jaya, Ahmad Setia Budiman, mengatakan bahwa, pawai obor merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap menyambut tahun baru Hijriah.

“Terima kasih kepada Posko 68 dan 67 yang telah membantu meramaikan dan mempersiapkan obor,” ucapnya.

Perayaan penyambutan Tahun Baru Hijriah di Dusun Eka Jaya berjalan sukses dan penuh semangat.

Kegiatan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, pemuda-pemudi, hingga orang tua.

Semua turut serta dalam pawai obor, menciptakan suasana penuh antusiasme dan kebersamaan, memperlihatkan semangat gotong royong yang kuat di kalangan warga.

Selain masyarakat umum, para tokoh penting Dusun Eka Jaya juga turut hadir dalam kegiatan ini, termasuk Tua Tengganai Dusun Eka Jaya, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga :  Dukung Dunia Usaha UMKM, Ini Pesan Bupati Labusel Saat Meresmikan 'Teras Kopi'

Bahkan, Ketua RW 06 dan Ketua RT dari beberapa wilayah (RT 31, 32, 33, 34, 35, dan 36) juga turut serta dalam pawai obor ini. Secara keseluruhan, jumlah peserta pawai mencapai 150 orang, yang semuanya bersemangat membawa obor sambil berkeliling dusun, menciptakan pemandangan yang indah dan penuh makna spiritual.

Kegiatan pawai obor ini tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan solidaritas di antara warga Dusun Eka Jaya. Momen ini memberikan kesempatan bagi seluruh warga untuk berkumpul dan merayakan tahun baru Islam dengan cara yang bermakna dan penuh kekhidmatan.

Kehadiran para tokoh masyarakat dan partisipasi aktif dari berbagai kalangan menunjukkan betapa kuatnya rasa kebersamaan dan kekeluargaan di Dusun Eka Jaya.
Perayaan ini menjadi contoh nyata bagaimana tradisi dan nilai-nilai agama dapat mempererat tali persaudaraan di antara warga. (*)