Kondisi TPI Nipah Panjang Memprihatinkan, Pedagang Keluhkan Minimnya Bantuan dari Pemerintah

TANJABTIM,BITNews.id – Peran aktif pemerintah dalam memberikan perhatian sangat diharapkan oleh masyarakat terutama para penampung dan Pedagang ikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Hamdani koordinator Penampung dan Pedagang Ikan yang ada di TPI Nipah Panjang.

Ia mengeluhkan karena selama hampir 15 tahun tidak pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, baik dari segi bangunan fisik yang menjadi tempat usaha.

“Kita dan temen teman merasa kecewa terhadap pemerintah, selama ini para penampung dan Pedagang ikan harus mengeluarkan anggaran sendiri setiap tiga tahun sekali untuk mengganti tongkat maupun lantai yang lapuk karena usang akibat air, karena harus basah ketika nelayan datang menjual hasil tangkapan mereka,” jelasnya, Senin (15/07/2024).

Baca Juga :  Kapolda Jambi Ikuti Zoom Meeting Bersama Kapolri Terkait Percepatan Vaksinasi di RCC

Selian itu, Suhaemi salah seorang penampung dan pedagang ikan lainnya di TPI menjelaskan bahwa, untuk rehab bangsal tempat para mereka menampung ikan hasil tangkapan para setidaknya mereka harus merogoh kocek untuk rehab berkisar Rp 15 juta sampai Rp 20 juta.

Padahal apa yang mereka butuhkan adalah rehab total yaitu mengganti tongkat kayu dengan tiang beton secara permanen begitu juga dengan lantai yang harus dicor.

Baca Juga :  Pelatihan 30 Menit Bisa Membaca Al-Quran Bagi Peserta Didik di Kabupaten Muaro Jambi

“Bahkan kami sering minta tolong dengan bang Arie Suriyanto selaku pemerhati kebijakan publik untuk menyampaikan permasalahan kami. Karena tidak adanya tanggapan dari pemerintah dalam hal ini Dinas Perindag Tanjab Timur,” bebernya.

“Kami dan kawan-kawan mengajukan Surat Permohonan Bantuan Rehab lokasi tempat penampungan dan Perdagangan ikan. Apalagi kami memiliki anggota kelompok nelayan harian yang setiap hari turun kelaut,” sambungnya.

Ia menambahkan bahwa, saat ini kondisi bangsal yang tidak dapat menampung hasil tangkapan Nelayan karena di khawatirkan roboh, maka terpaksa fiber ikan di tempatkan di badan jalan, sehingga ini akan menyulitkan orang untuk lalu lalang.

Baca Juga :  Buka Kegiatan Pawai Tatung, Ansar: Saya Tidak Menyangka Ternyata Acara Ini Cukup Spektakuler

“Kami sangat berharap kepada bapak Bupati melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk merespon usulan yang kami sampaikan. Apalagi kondisi ekonomi saat ini benar-benar sulit. Seharusnya anggota dewan yang berasal dari Kecamatan Nipah Panjang setidaknya ada perhatian, tapi nyatanya tidak ada satupun yang peduli, setidaknya ada perhatian, jangan mau pemilihan legislatif baru minta bantuan, jujur kami sangat kecewa,” pungkasnya. (Red)